Tim Lingua Verse Raih Juara 2 Pada Ajang Creation 3.0 Nasional

SHARE:  

Humas Unimal
Tim Lingua Verse Raih Juara 2 Pada Ajang Creation 3.0 Nasional. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Bukit Indah - Tim mahasiswa dari UKM Lingua Verse Universitas Malikussaleh berhasil meraih Juara 2 kategori Policy Brief pada lomba Creation 3.0 Nasional yang diselenggarakan oleh UKM Creative Minority pada Rabu-Sabtu (7–10/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Cut Mutia, Kampus Bukit Indah, Kota Lhokseumawe.

Tim yang diketuai oleh Yudhi Satria Prayoga (Prodi Manajemen), dengan anggota Nabila Khansa Qonita (Prodi Pendidikan Matematika) dan Halwa Syauliyah (Prodi Administrasi Publik), mengangkat gagasan tentang Ekosistem Digital Lokal dan Pos Belajar Komunitas Tahan Bencana di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Policy brief yang dipresentasikan pada babak final tersebut berjudul “Menembus Blank Spot, Menjaga Akses Belajar: Ekosistem Digital Lokal Tahan Bencana di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang". 

Yudhi mengatakan naskah tersebut berangkat dari kondisi pendidikan di wilayah pegunungan, terutama tantangan keterbatasan akses pendidikan dan konektivitas digital. 

"Gagasan tersebut berangkat dari pemikiran bahwa keterbatasan jaringan internet dan risiko bencana tidak seharusnya menjadi penghalang bagi siswa untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas. Gagasan ini dirancang agar siswa tetap dapat mengakses sumber belajar meskipun jaringan internet dan listrik terputus," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan solusi yang ditawarkan mencakup optimalisasi jaringan yang sudah tersedia, pembangunan pos belajar komunitas yang dilengkapi peladen luring (offline server) dan perangkat tenaga surya skala kecil (micro-solar kit) serta dukungan pembiayaan pemeliharaan melalui Dana Desa.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya berfokus pada penyediaan jaringan, tetapi juga memastikan sumber belajar tetap dapat diakses ketika internet maupun listrik terputus.

Menurutnya, melalui integrasi jaringan yang tersedia, pos belajar komunitas dan energi alternatif, mereka berharap akses pendidikan bagi siswa di wilayah terpencil dapat lebih terjaga dan berkelanjutan.

"Kami berharap rekomendasi kebijakan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan para pemangku kepentingan terkait," ujarnya.

"Gagasan ini diharapkan tidak berhenti sebagai rekomendasi dalam kompetisi, tetapi dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun sistem pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif dan tangguh terhadap bencana, khususnya bagi siswa di wilayah terpencil," tutupnya. []


Berita Lainnya

Kirim Komentar