Mahasiswa Manajemen Unimal Raih Mendali Perunggu pada Esai Nasional lewat Inovasi Hidropuk

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa Manajemen Unimal Raih Mendali Perunggu pada Esai Nasional lewat Inovasi Hidropuk. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Malang – Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh meraih Bronze Medal dalam kompetisi IDEAFEST 6 yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu–Minggu (10–11/10/2026).

Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan inovatif dalam menjawab berbagai permasalahan masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan berkelanjutan.

Tim Unimal terdiri atas Rizky Efbinsyah Situmorang, Muhammad Alvin Hidayat, Khairida Ulfa dan Chopia Zuhria. Mereka mempresentasikan karya inovasi di bidang pertanian berjudul “Hidropuk: Inovasi Hidrogel Berbasis SCOBY, Kasgot dan Kulit Pisang untuk Ketahanan Pertanian Hortikultura di Kabupaten Lombok Tengah”.

Dalam kompetisi tersebut, tim diwakili oleh Rizky Efbinsyah Situmorang dan Chopia Zuhria. Keduanya bertugas memaparkan gagasan sekaligus mempertahankan konsep inovasi Hidropuk di hadapan dewan juri.

Rizky menjelaskan, Hidropuk merupakan gagasan bio-pupuk berbentuk hidrogel biokomposit yang memanfaatkan tiga bahan utama, yaitu SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) dari sisa produksi kombucha, kasgot atau residu budi daya larva Black Soldier Fly (BSF), serta kulit pisang.

“Ketiga bahan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan fungsi penahan air dan penyediaan unsur hara secara bertahap bagi tanaman hortikultura, khususnya pada lahan kering yang menghadapi keterbatasan air,” terangnya.

Gagasan tersebut berangkat dari persoalan pertanian hortikultura di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang menghadapi tantangan kekeringan dan kebutuhan untuk menjaga kesuburan tanah.

“Melalui Hidropuk, kami berupaya menghadirkan alternatif pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus mendukung efisiensi penggunaan air dan unsur hara. Inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung ketahanan pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” jelas Rizky.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut merupakan hasil proses belajar, kerja sama, dan komitmen tim dalam mengembangkan gagasan yang berangkat dari permasalahan nyata. Menurutnya, mengikuti kompetisi bukan semata-mata untuk memperoleh penghargaan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk menyusun solusi secara terarah, mempertajam argumentasi ilmiah dan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

“Bagi kami, raihan ini bukan sekadar pencapaian, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan Hidropuk agar tidak berhenti sebagai sebuah gagasan di atas kertas. Kami ingin menunjukkan bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai memiliki peluang untuk diolah menjadi inovasi yang bermanfaat. Kami menyadari bahwa gagasan ini masih membutuhkan penelitian dan pengujian lebih lanjut, tetapi pencapaian ini menjadi langkah awal bagi kami untuk terus berproses dan menghadirkan dampak yang lebih luas,” ungkapnya.

Dosen pembimbing tim, Dr Nurainun, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi ilmiah merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan keberanian mengemukakan gagasan.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari kemauan mahasiswa untuk belajar, bekerja sama, dan berani menawarkan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat. Hidropuk menunjukkan upaya mahasiswa dalam mengintegrasikan kreativitas dengan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan sektor pertanian. Saya berharap pencapaian ini tidak membuat mereka berhenti pada hasil kompetisi, tetapi menjadi dorongan untuk terus melakukan pengembangan, memperkuat dasar ilmiah, dan membuktikan potensi gagasan tersebut melalui penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB, Dr Darmawati, menyampaikan bahwa prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional merupakan salah satu bentuk capaian dalam pengembangan potensi mahasiswa, khususnya melalui kompetisi yang mendorong kreativitas, inovasi, dan peningkatan kapasitas akademik.

“Semangat dan dukungan yang diberikan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi tim untuk terus berprestasi serta mengembangkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. []


Berita Lainnya

Kirim Komentar