SNTI 2026 Unimal Himpun 60 Artikel Ilmiah dari 14 Perguruan Tinggi

SHARE:  

Humas Unimal
Seminar Nasional Teknik Industri 2026 Universitas Malikussaleh Himpun 60 Artikel dari 14 PerguruanTinggi.

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Teknik Industri (SNTI) 2026 pada 20–21 Oktober 2026 di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe. Memasuki penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2013, seminar ini berhasil menghimpun 60 artikel ilmiah dari 14 perguruan tinggi, baik di Aceh maupun luar provinsi.

Mengusung tema “Peran dan Tantangan Teknik Industri dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”, SNTI 2026 menjadi forum akademik untuk mempertemukan dosen, peneliti, mahasiswa, pemerintah, dan praktisi industri dalam bertukar gagasan serta merumuskan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan industri nasional.

Seminar ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi sebagai pembicara utama, yakni Prof Dr M. Sayuti M.Sc IPU, Guru Besar Teknik Industri Unimal, Prof Ir Rosnani Ginting Ph.D IPU ASEAN Eng, Guru Besar Teknik Industri Universitas Sumatera Utara, serta Ir. Safwat Ardy IPM, Vice President Pengembangan Bisnis PT Pupuk Iskandar Muda.

Dukungan pemerintah daerah turut mewarnai penyelenggaraan kegiatan tersebut. Abdul Hadi M.Si, Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, hadir mewakili Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar M.H. Kehadiran unsur pemerintah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendorong penelitian serta inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana SNTI 2026, Dr Ir Diana Khairani Sofyan M.T IPM, mengatakan seminar nasional tersebut dirancang sebagai wadah untuk menghimpun dan mendiseminasikan gagasan serta hasil penelitian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Diana menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Fakultas Teknik, para narasumber, mitra industri, sponsor, pemakalah, alumni, dosen, mahasiswa, dan seluruh panitia yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, 60 artikel yang masuk menunjukkan antusiasme para peneliti untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu teknik industri. Seluruh artikel tersebut akan melalui proses seleksi, termasuk untuk menentukan karya terbaik yang berpeluang diarahkan ke jurnal terakreditasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap Seminar Nasional Teknik Industri 2026 dapat berjalan lancar, memberikan manfaat bagi seluruh peserta, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam menghasilkan penelitian dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya saat pembukaan, Selasa (20/10/2026).

Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Industri UNIMAL, Ir. Defi Irwansyah M.Eng menyampaikan bahwa SNTI memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik dan memperkuat tradisi penelitian di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menilai seminar tersebut bukan sekadar forum untuk mempresentasikan hasil penelitian, melainkan juga ruang pertemuan berbagai perspektif yang dapat melahirkan gagasan dan solusi bagi persoalan industri.

“Melalui SNTI, kami berharap terjadi pertukaran gagasan dan pengalaman yang dapat menghasilkan inovasi serta solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi dunia industri. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi sangat penting untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat,” tuturnya.

Defi juga mengapresiasi keterlibatan 14 perguruan tinggi dalam SNTI 2026. Menurutnya, partisipasi tersebut memperlihatkan perkembangan seminar sebagai ruang akademik yang mempertemukan peneliti dari berbagai daerah.

Dekan Fakultas Teknik Unimal, Dr Muhammad Daud M.T mengatakan kegiatan ilmiah seperti SNTI sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas penelitian, publikasi, dan kerja sama antara perguruan tinggi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Fakultas Teknik sangat mendukung kegiatan akademik seperti SNTI karena forum ini memberikan ruang bagi dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan yang ada di masyarakat dan dunia industri,” ungkapnya.

Muhammad Daud berharap hasil penelitian yang dipresentasikan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata.

“Penelitian yang dihasilkan di perguruan tinggi harus mampu memberikan solusi. Karena itu, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri perlu terus diperkuat agar hasil penelitian dapat memberikan dampak yang lebih luas,” tambahnya.

Dalam seminar ini, peserta membahas beragam bidang keilmuan teknik industri, mulai dari riset operasi, sistem manufaktur, energi terbarukan, otomasi dan robotika, desain serta pengembangan produk, hingga teknologi manufaktur lanjut.

Topik lainnya mencakup sistem transportasi, logistik dan rantai pasok, sistem informasi dan komunikasi, rekayasa serta manajemen kualitas, ergonomi dan studi kerja, kewirausahaan, pengembangan sumber daya manusia, keuangan, akuntansi, pemasaran, hingga lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja.

Ragam pembahasan tersebut mencerminkan luasnya peran teknik industri dalam menjawab tantangan efisiensi proses produksi, optimalisasi sumber daya, transformasi digital, pengembangan teknologi, serta keberlanjutan industri. Berbagai bidang tersebut juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan ekosistem industri yang mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.

Selain seminar dan presentasi artikel ilmiah, SNTI 2026 turut menghadirkan pameran buku karya dosen Jurusan Teknik Industri UNIMAL. Pameran ini menjadi ruang untuk memperkenalkan karya akademik dosen sekaligus mendorong penguatan budaya literasi, penulisan ilmiah, dan publikasi di lingkungan perguruan tinggi.

Diana Khairani Sofyan mengatakan pameran tersebut memperlihatkan antusiasme para dosen dalam menghasilkan karya di bidang pendidikan dan pengembangan keilmuan. Kehadiran pameran buku juga melengkapi rangkaian seminar dengan menampilkan kontribusi akademisi dalam memperluas akses terhadap pengetahuan.

Dari sisi publikasi, SNTI 2026 menyediakan prosiding ber-ISSN. Sementara itu, artikel terpilih berpeluang diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal terakreditasi Sinta 4 melalui proses seleksi dan mengikuti ketentuan masing-masing jurnal.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar