UKM Basket Unimal Jalankan Program Mahasiswa Berdampak di Aceh Tengah

SHARE:  

Humas Unimal
UKM Basket Unimal Jalankan Program Mahasiswa Berdampak di Aceh Tengah. Foto: ist.

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cabang Olahraga Basket Universitas Malikussaleh secara resmi dilepas untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak (PMB) bertajuk Aksara Berdampak di Kabupaten Aceh Tengah.

Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimal di Ruang LPPM, Kampus Reuleut, Aceh Utara, Jumat (30/10/2026).

Program ini mengusung tema “Penguatan Resiliensi, Pemulihan Psikososial, dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pascabencana di Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah”. Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 hingga 10 Desember 2026 di Desa Jongok Meluem, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.

Pelepasan dilakukan oleh Ketua LPPM Unimal, Prof Mawardati dan dihadiri Pembina UKM Cabang Olahraga Basket Unimal, Dr Ahmad Fauzul Hakim Hasibuan serta tim mahasiswa yang akan melaksanakan program tersebut.

Dalam sambutannya, Prof Mawardati menyampaikan harapan agar tim mahasiswa dapat menjalankan misi pemberdayaan dan kemanusiaan dengan mengedepankan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Kami berharap adik-adik dan rekan-rekan tidak hanya datang membawa program, tetapi juga membawa kepedulian. Kehadiran kita di sana semoga menjadi penguat bagi masyarakat bahwa mereka tidak sendiri dalam proses bangkit kembali,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar seluruh anggota tim menjaga kekompakan, menghormati adat dan kearifan lokal masyarakat setempat, serta menjalankan setiap program dengan penuh tanggung jawab.

“Perguruan tinggi harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Inilah wujud nyata Tridharma, ilmu yang kita miliki harus memberi manfaat,” tambahnya.

Ketua tim, Fachri Maulana, mengatakan bahwa program tersebut berangkat dari kesadaran bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Masyarakat juga membutuhkan pendampingan untuk memperkuat kondisi mental dan sosial serta memulihkan aktivitas ekonomi keluarga.

“Karena itu, tim akan memfokuskan kegiatan pada tiga aspek, yaitu penguatan resiliensi atau ketahanan sosial, pemulihan psikososial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Dr Ahmad Fauzul Hakim Hasibuan bertindak sebagai pembina yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan program di lapangan. Pendampingan tersebut mencakup perencanaan kegiatan, pelaksanaan program bersama masyarakat, hingga evaluasi.

“Pendampingan ini diharapkan membuat kegiatan berjalan terarah, tertib dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Jongok Meluem,” ungkapnya.

Ia juga berharap program tersebut dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat, mendukung pemulihan psikososial serta menggerakkan kembali perekonomian melalui kegiatan pemberdayaan dan peningkatan keterampilan.

“Kita juga berharap terbangunnya kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial sehingga masyarakat menjadi lebih tangguh, mandiri dan mampu bangkit setelah menghadapi bencana,” tutupnya. []


Berita Lainnya

Kirim Komentar