
UNIMALNEWS | Lhoksukon — Posko Bencana Alam Universitas Malikussaleh (PBA-Unimal) yang merupakan kolaborasi sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menggelar Program Sekolah Darurat bagi anak-anak terdampak bencana banjir di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Program ini dihadirkan sebagai upaya pemulihan psikososial sekaligus untuk menumbuhkan kembali minat belajar anak-anak pascabencana. Kegiatan Sekolah Darurat mulai dilaksanakan sejak Senin, 18 Januari, dan direncanakan berlangsung hingga 4 Februari, dengan aktivitas pembelajaran yang dilakukan setiap hari oleh relawan PBA Unimal di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak banjir.
Pelaksanaan sekolah darurat ini berangkat dari kondisi di lapangan yang menunjukkan menurunnya motivasi anak untuk kembali bersekolah. Pascabanjir, banyak anak mengalami tekanan psikologis berupa trauma dan rasa takut, kehilangan perlengkapan sekolah, serta perubahan lingkungan belajar. Selain itu, terhentinya aktivitas belajar formal dan fokus keluarga pada pemulihan pascabencana turut memengaruhi kesiapan anak-anak untuk kembali ke sekolah.
Koordinator PBA Unimal, Ahmad Hambali, mengatakan bahwa sekolah darurat dirancang sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk kembali beraktivitas secara normal.
“Kami berupaya menciptakan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman, pulih secara mental, dan perlahan kembali siap mengikuti kegiatan sekolah formal,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, relawan PBA UNIMAL menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar, permainan edukatif, serta pengenalan edukasi kebencanaan yang disesuaikan dengan usia dan kondisi anak. Pendekatan pembelajaran dilakukan secara fleksibel tanpa tekanan, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bermain.
Program Sekolah Darurat ini terlaksana berkat sinergi lintas UKM Universitas Malikussaleh dengan dukungan masyarakat dan aparatur desa setempat. Selain mendampingi anak-anak, relawan PBA Unimal juga turut terlibat dalam berbagai kegiatan pemulihan sosial dan fasilitas umum di wilayah terdampak banjir.[]