
UNIMALNEWS | Muara Batu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying di SD Negeri 12 Muara Batu, Desa Menasah Pinto, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga menjadi sarana hiburan dan pemberian semangat bagi siswa yang terdampak bencana banjir.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya perundungan (bullying), sekaligus membantu pemulihan psikologis atau trauma healing anak-anak pascabencana. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas III hingga kelas VI dengan suasana yang hangat, ceria, dan penuh kebersamaan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak negatif yang ditimbulkan, serta cara mencegah bullying di lingkungan sekolah. Materi dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif, ice breaking, cerita inspiratif, serta sesi tanya jawab, sehingga mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Anak-anak tampak ceria dan bersemangat meskipun sebagian masih dalam proses pemulihan pascatrauma banjir. Berbagai permainan seru, interaksi yang hangat, serta pembagian hadiah kecil semakin menambah keceriaan suasana kegiatan.
Ketua KKN Kelompok 8 Universitas Malikussaleh, Marfin Yuanda Siahaan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga merasakan perhatian dan kepedulian.
“Kami ingin kehadiran kami dapat menjadi penyemangat bagi adik-adik, terutama bagi mereka yang masih merasakan trauma akibat banjir. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak kembali percaya diri dan merasa aman di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 12 Muara Batu, Saifullah, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan edukasi tentang anti-bullying, tetapi juga mampu menghadirkan semangat dan keceriaan bagi anak-anak yang terdampak banjir,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pembagian hadiah, penyampaian pesan-pesan motivasi, serta komitmen bersama siswa untuk saling menghargai dan menolak segala bentuk bullying[]