Mahasiswa KKN Unimal Dorong Penguatan UMKM Desa Kuala melalui Inovasi Kemasan dan Promosi Digital

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa KKN Unimal Dorong Penguatan UMKM Desa Kuala melalui Inovasi Kemasan dan Promosi Digital

UNIMALNEWS | Lhokseumawe — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 56 melaksanakan program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kuala, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan produk lokal berupa kue keukarah dan kelapa gongseng, yang selama ini menjadi usaha rumahan masyarakat setempat.

Program pengembangan UMKM yang dijalankan meliputi pembuatan logo usaha, desain kemasan produk, penyusunan strategi promosi, pemetaan lokasi usaha secara digital, serta pengenalan metode pembekuan (freezing) guna menjaga kualitas dan daya tahan produk. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai jual produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran UMKM Desa Kuala.

Salah satu pelaku UMKM kelapa gongseng, Rosmawati, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN Unimal. Menurutnya, pendampingan yang diberikan membawa perubahan positif bagi usahanya.

“Saya sangat senang dan merasa terbantu. Kegiatan mahasiswa KKN ini sangat membantu usaha kelapa gongseng saya, terutama dalam hal kemasan dan promosi,” tuturnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan pelaku UMKM kue keukarah, Basyariah. Ia mengungkapkan kebahagiaannya atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN.

“Saya bahagia dan sangat senang. Kehadiran mahasiswa KKN ini benar-benar membantu usaha keukarah yang saya kelola,” ungkapnya.

Sementara itu, Mufid Muyassar, selaku penanggung jawab program kerja kewirausahaan KKN Unimal Kelompok 56, berharap kegiatan pengembangan UMKM ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pelaku usaha di Desa Kuala.

“Melalui inovasi kemasan, promosi digital, serta pengelolaan produk yang lebih baik, kami berharap UMKM lokal dapat meningkatkan daya saing dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” jelas Mufid.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar