
UNIMALNEWS | Simalungun — Enam mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh (Unimal) mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT PP London Sumatera Tbk (Bahlias Estate), Kabupaten Simalungun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan teknis mahasiswa serta memperkuat pemahaman terhadap pengelolaan perkebunan kelapa sawit berbasis data dan teknologi modern.
Enam mahasiswa tersebut yakni Abdul Mansur Hasibuan, Sigit Ferdiansyah, Muhammad Fahmi, Risma Ayu, Yeti Purnama Sari, dan Silviyani Alvita Sari Purba. Selama PKL, mahasiswa mempelajari berbagai proses operasional perkebunan, termasuk analisis data tanaman yang menjadi standar operasional perusahaan.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. M. Nazar, S.P., M.P. bersama Fadhliani, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa PKL ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran langsung di lapangan, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit yang kini semakin berbasis teknologi.
“Dalam kegiatan pemeliharaan, mahasiswa mempraktikkan pengendalian gulma dan pemupukan secara kimiawi dan modern menggunakan drone. Kami juga melaksanakan demonstrasi pemupukan metode on-spot serta penyemprotan insektisida dan herbisida dengan metode blanket menggunakan drone,” ujar Nazar.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan contoh langsung mengenai teknik pemupukan yang tepat sasaran melalui metode on-spot, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan gulma yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
Sejalan dengan kegiatan pemeliharaan, mahasiswa juga terlibat langsung dalam proses pemupukan serta mempelajari teknik LCU (Leaf Sampling Unit) sebagai dasar analisis kebutuhan hara tanaman.
Di sektor produksi, mahasiswa turut mempelajari manajemen panen melalui penghitungan KBM (Kerapatan Buah Masak). Praktik ini dilakukan untuk memprediksi jumlah tandan buah segar yang siap dipanen, sehingga perencanaan tenaga kerja dan armada angkut dapat dilakukan secara lebih tepat.
Salah satu peserta PKL, Abdul Mansur Hasibuan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga.
“Pengalaman langsung mengenai demonstrasi pemupukan dan penghitungan KBM memberikan pemahaman baru bagi kami bahwa perkebunan modern sangat bergantung pada data yang akurat, bukan sekadar perkiraan,” pungkasnya.[]