
UNIMALNEWS | Deli Serdang — Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PTPN4 Regional 2 Palm.co, Kebun Tanjung Garbus, Kecamatan Pagar Merbau, Sumatera Utara. Kegiatan PKL ini berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 12 Januari hingga 12 Februari 2026.
Kegiatan PKL tersebut diikuti oleh enam mahasiswa aktif Program Studi Agroekoteknologi, yaitu M. Dimas Rizki, Arman Maulana, M. Khalis, Rabiatul Adawiyah, Nabila Tri Afsari, dan Nurhaliza. Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa didampingi oleh dua dosen pembimbing, yakni Dr. Baidhawi, S.P., M.P. dan Mira Humaira, M.Si.
Ketua kelompok PKL, M. Dimas Rizki, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia kerja, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.
“Melalui PKL ini, kami dapat mengenal secara langsung proses budidaya kelapa sawit, mulai dari pembibitan hingga pemeliharaan tanaman secara lebih spesifik dan terstruktur,” ujarnya.
Manager PTPN4 Regional 2 Palm.co, Zulfahmi Agustian, menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Malikussaleh di Kebun Tanjung Garbus. Ia berharap kegiatan PKL tersebut dapat memberikan wawasan dan pengalaman praktis yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam memahami pengelolaan perkebunan kelapa sawit secara profesional.
“Kami berharap mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pembibitan dan pemeliharaan kelapa sawit, mulai dari tahap pre-nursery hingga main nursery, serta pengelolaan TBM (Tanaman Belum Menghasilkan), TM (Tanaman Menghasilkan), dan TU (Tanaman Ulang),” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan langsung dari Heri Syafrial selaku Asisten Kepala Rayon B, serta Hery Arianto, Asisten Afdeling VI Kebun Tanjung Garbus, yang memberikan arahan teknis terkait budidaya kelapa sawit. Menurutnya, perawatan bibit kelapa sawit memerlukan penanganan yang intensif dan berkelanjutan.
“Perawatan bibit meliputi penyiraman, pemupukan, pembersihan gulma, serta penyemprotan pestisida secara rutin agar pertumbuhan tanaman dapat optimal,” jelas Hery Arianto.
Sementara itu, Muhammad Riski Fauzi, selaku Mandor Kebun Afdeling VI, menambahkan bahwa penyemprotan insektisida dan fungisida merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan bibit kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit.
Selama mengikuti PKL, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas lapangan, seperti penyemprotan insektisida dan fungisida terhadap bibit kelapa sawit. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa mampu meningkatkan keterampilan praktis serta kompetensi di bidang budidaya pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit..[]