
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh menyambut kedatangan guru besar Asia University of Japan, Prof. Ayako Masuhara, Rabu (25/2/2026). Kedatangan Prof Masuhara terkait dengan penelitian yang sedang dilakukannya tentang trauma pascaperdamaian Aceh (MoU Helsinki), 2005.
Kedatangan guru besar ilmu politik tersebut disambut Dekan, Teuku Zulkarnaen, PhD dan jajaran dosen dan mahasiswa di lingkungan Fisipol. Pertemuan itu sendiri dilaksanakan di aula fakultas. Pada pertemuan tersebut Teuku Zulkarnaen menyampaikan profil Fisipol Unimal sebagai satu-satunya fakultas yang secara khusus mengkaji masalah sosial-humaniora, termasuk melakukan penelitian politik dan perdamaian, terutama yang terjadi di Aceh.
Dari hasil diskusi dengan jajaran dosen dan mahasiswa, akhirnya terungkap bahwa tujuan riset tersebut adalah melakukan pendalaman tentang penyelesaian kasus HAM non-yudisial. Penyelesaian kasus ini telah dimulai oleh mantan Presiden Joko Widodo melalui Keppres No. 17 tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Penyelesiaan Non-Yudisial Pelanggaran HAM berat masa lalu. Namun, keberadaan Tim tersebut sempat vakum sejak Presiden Prabowo mengambil alih pemerintahan.
Dalam pertemuan itu, Masuhara menyambut baik gagasan yang telah dilontarkan oleh para dosen dan mahasiswa. Ia berjanji menelaah lebih lanjut masukan yang ada untuk memperkaya penulisan penelitiannya, ujar penulis buku The End of Personal Rule in Indonesia (2015) [tkf]