Prodi Teknik Kimia Unimal Jalani Asesmen Lapangan

SHARE:  

Humas Unimal
Prodi Teknik Kimia Unimal jalani asesmen lapangan akreditasi di ruang pertemuan fakultas, Kampus Bukit Indah, Kota Lhokseumawe, Kamis (26/2/2026).

UNIMALNEWS | Bukit Indah - Program Studi Tekni Kimia, Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh menjalani asesmen lapangan akreditasi oleh dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik), Ir Hary Devianto PhD dan Dr Tania Surya Utami. Kegiatan asesmen tersebut berlangsung di ruang pertemuan fakultas, Kampus Bukit Indah, Kota Lhokseumawe,  Kamis (26/2/2026), yang dihadiri oleh Rektor Unimal, dekan, wakil dekan, ketua UPT BKK, UPT Perpustakaan, Sekretaris LPPM, Kepala LP3M, pengelola Prodi, dosen, staf tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Dekan Fakultas Teknik, Dr Muhammad Daud, dalam sambutannya mengatakan rasa terima kasih kepada asesor yang telah berhadir ke Unimal untuk menjalankan asesmen lapangan dan nantinya menilai Program Studi Teknik Kimia di Fakultas Teknik Unimal.

"Pelaksanaan ini berlangsung selama dua hari dan ada beberapa sesi yang harus kita ikuti sesuai permintaan tim asessor. Harapannya asesmen ini dapat memberikan hasil terbaik untuk Prodi Teknik Kimia," terangnya.

Rektor Unimal, Prof Dr Herman Fithra Asean Eng, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Universitas Malikussaleh berada di dua pusat lokasi yang berbeda, yaitu di Kota Lhokseumawe dan di Kabupaten Aceh Utara.

Ia menjelaskan, secara administratif pusat Unimal berada di Kabupaten Aceh Utara. Hal tersebut tidak terlepas dari sejarah berdirinya kampus yang sebelumnya berada di bawah naungan yayasan milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebelum berubah status menjadi perguruan tinggi negeri.

“Sejarah itu tidak bisa dihapus. Sebelum menjadi universitas negeri, kampus ini berada di bawah yayasan Kabupaten Aceh Utara, dan hingga kini pusat administrasinya tetap berada di sana,” ungkapnya.

Rektor juga memaparkan perjalanan panjang Unimal sejak awal berdiri hingga menjadi perguruan tinggi negeri. Ia menyebutkan bahwa perubahan status menjadi negeri pada tahun 2001 memiliki tujuan strategis, salah satunya sebagai bagian dari upaya resolusi konflik di Aceh pada masa lalu.

Menurutnya, kehadiran Unimal sebagai perguruan tinggi negeri membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah pesisir utara Aceh, mulai dari Langsa hingga Kabupaten Bireuen.

“Hari ini, Universitas Malikussaleh bukan hanya menjadi kampus bagi anak-anak Aceh, tetapi juga bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang datang untuk menempuh pendidikan tinggi di sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekitar 50 persen mahasiswa Unimal merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bahkan, Unimal tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah penerima KIP-Kuliah tertinggi di Indonesia.

Sementara itu, salah satu asesor, Hary Devianto, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan asesmen kecukupan terhadap dokumen yang telah melalui tahap pertama, kemudian dilanjutkan dengan asesmen lapangan pada hari ini.

Ia menjelaskan, asesmen tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung potret dan kesiapan institusi di lapangan. Menurutnya, konsep yang diterapkan oleh LAM Teknik merupakan bentuk penyempurnaan dari sistem yang sebelumnya dijalankan oleh BAN-PT. “Kami hadir bukan untuk melakukan justifikasi, bukan pula untuk memilah mana yang layak dan tidak layak. Fokus kami adalah pembinaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, tujuan utama dari proses asesmen ini adalah mendorong seluruh universitas di Indonesia agar mampu meningkatkan mutu dan daya saingnya hingga ke tingkat global. Selain itu, ia menambahkan bahwa proses asesmen dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan, bebas dari konflik kepentingan, serta berorientasi pada evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.

“Konsep inilah yang ingin kami tekankan, bahwa kegiatan ini semata-mata untuk pembinaan bersama demi peningkatan kualitas,” tutupnya. [fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar