Pro-Desa Raih Bronze Winner Tingkat Sumatra, Bukti Pengabdian Unimal Bangkitkan Ekonomi Warga Pascabanjir

SHARE:  

Humas Unimal
Pro-Desa Raih Bronze Winner Tingkat Sumatra, Bukti Pengabdian Unimal Bangkitkan Ekonomi Warga Pascabanjir

UNIMALNEWS | Medan – Dosen dan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) berhasil meraih penghargaan Bronze Winner pada kategori Produk Hasil Pemberdayaan Terbaik dalam Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Prima Indonesia, Medan, pada 1–3 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program "Pro-Desa (Produksi Es Desa): Inovasi Revitalisasi Ekonomi Pascabanjir melalui Sinergi Nelayan dan Srikandi PKK di Cot Seurani, Aceh Utara", yang dinilai mampu menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.

Program yang dilaksanakan selama Februari hingga Maret 2026 itu berangkat dari persoalan utama yang dihadapi nelayan setelah banjir, yakni terbatasnya ketersediaan es untuk menjaga mutu hasil tangkapan ikan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya nilai jual hasil laut dan melemahnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui Pro-Desa, tim pengabdian menghadirkan inovasi produksi es desa yang dikelola secara kolaboratif oleh nelayan dan kelompok Srikandi PKK. Kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya menjamin ketersediaan es bagi nelayan, tetapi juga membuka peluang usaha baru melalui pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti bakso ikan.

Keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi tim dosen yang terdiri atas Imamshadiqin M.Si, Salmarika M.Si, dan Imanullah M.Si. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan 50 mahasiswa dari tiga organisasi kemahasiswaan, yakni Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan, Himpunan Mahasiswa Akuakultur, dan Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi.

Ketua Tim Dosen, Imamshadiqin M.Si, mengatakan bahwa sejak awal kegiatan pengabdian tersebut dirancang bukan untuk mengejar penghargaan, melainkan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sedang berjuang bangkit setelah dilanda banjir.

"Kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Melihat mahasiswa bekerja bersama nelayan dan ibu-ibu PKK untuk membangun kembali roda perekonomian desa menjadi pengalaman yang sangat berharga. Penghargaan Bronze Winner tentu membanggakan, tetapi yang jauh lebih penting adalah manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat," katanya.

Menurut Imamshadiqin, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi desa dalam jangka panjang.

Ia berharap penghargaan yang diraih dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika Universitas Malikussaleh untuk terus menghadirkan inovasi pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.[]


Kirim Komentar