Dosen Antropologi Unimal dan Dosen USU Kolaborasi Pengabdian, Fokus Tingkatkan Kualitas Air Bersih

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Antropologi Unimal dan Dosen USU Kolaborasi Pengabdian, Fokus Tingkatkan Kualitas Air Bersih. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Aceh Tamiang - Dosen Prodi Antropologi Universitas Malikussaleh, Dr Abdullah Akhyar Nasution, berkolaborasi dengan tim dosen dari Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui penyuluhan dan penyerahan seperangkat unit penjernih air cepat kepada masyarakat Desa Suka Damai, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan itu merupakan berlangsung sejak bulan Mei hingga November 2026 dengan mengusung tema “Jaga Air, Jaga Kesehatan dan Keluarga”.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Dra Syarifah MKes dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara sebagai ketua tim, dengan anggota Dr Sri Malem Indirawati dari FKM, Prof Arlinda Sari Wahyuni dari Fakultas Kedokteran, serta dari Universitas Malikussaleh, Dr Abdullah Akhyar Nasution. 

Ketua Tim Pengabdian, Dra Syarifah MKes menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak ketika terjadi bencana. 

“Saat bencana dan pascabencana banjir, kebutuhan air bersih adalah salah satu hal penting yang harus segera diatasi. Jika selama ini proses penjernihan secara alami memakan waktu lama, maka dengan pemanfaatan bahan kimia yang tidak bersifat merusak dapat menghasilkan air bersih dalam waktu singkat. Untuk itulah kegiatan ini dilaksanakan, agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menyediakan air bersih secara cepat dan aman,” jelasnya.

Abdullah Akhyar sebagai salah satu tim dari Unimal mengatakan bahwa program pengabdian ini  bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan air bersih, terutama di wilayah yang rentan mengalami bencana banjir. 

"Kami memperkenalkan teknologi penjernihan air cepat dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber air dan membangun ketahanan kesehatan keluarga," ungkapnya kepada Unimalnews, Kamis (25/6/2026).

Ia juga mengatakan tim pengabdian juga menyerahkan unit penjernih air cepat. Menurutnya, penting bagi masyarakat mengetahui dan memantau kualitas air yang dikonsumsi dan peran aktif komunitas dalam menjaga sumber-sumber air sehingga dapat membentuk Kader Peduli Air Bersih di tingkat desa. 

"Kader ini diharapkan menjadi penggerak edukasi masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan perilaku hidup sehat," ujarnya.

"Melalui kolaborasi pengabdian antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan lahir model pemberdayaan yang mampu meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat sekaligus menjaga kesehatan keluarga," tambahnya.

Program ini juga melibatkan mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. [fzl]


Kirim Komentar