Unimal dan MILA University Perkuat Kolaborasi Riset Bioteknologi Lewat Seminar Internasional

SHARE:  

Humas Unimal
Unimal dan MILA University Perkuat Kolaborasi Riset Bioteknologi Lewat Seminar Internasional

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Mini International Seminar bertajuk "From Lab to Planet: Biotechnological Innovations Shaping Health, Agriculture, Industry, and Sustainability", Selasa (7/7/2026). 

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Fakultas Teknik itu menjadi bagian dari implementasi kerja sama akademik antara Unimal dan MILA University, Malaysia, dalam memperkuat kolaborasi riset di bidang bioteknologi dan teknik kimia.

Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Unimal, Dr. Zulnazri M.T, didampingi Koordinator Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan, Dr. Ir. Rozana Dewi M.Sc IPM. Hadir pula dosen Jurusan Teknik Kimia, dosen Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan, para ketua jurusan dan ketua program studi di lingkungan Fakultas Teknik Unimal, serta akademisi dari MILA University, Malaysia, Dr. Pratheep Sandrasaigaran.

Dalam sambutannya, Zulnazri menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan riset kolaboratif, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi yang memanfaatkan potensi lokal agar mampu bersaing di tingkat global.

"Kolaborasi seperti ini membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk bertukar pengetahuan, memperluas jejaring penelitian, sekaligus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Pada sesi utama, Dr. Pratheep Sandrasaigaran memperkenalkan profil MILA University sekaligus memaparkan perkembangan bioteknologi sebagai ilmu multidisiplin yang kini berperan penting dalam bidang kesehatan, pertanian, industri, hingga pelestarian lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa kemajuan bioteknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor melalui pemanfaatan teknologi berbasis DNA, rekayasa genetika (recombinant DNA), Genetically Modified Organism (GMO), teknologi penyuntingan gen CRISPR, hingga penerapan personalized medicine yang menjadi fondasi pengembangan layanan kesehatan modern.

Seminar berlangsung dinamis dengan melibatkan peserta secara aktif melalui platform interaktif Mentimeter. Melalui diskusi tersebut, peserta berbagi pandangan mengenai perkembangan bioteknologi serta peluang penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan dunia industri.

Pembahasan kemudian diarahkan pada isu keamanan pangan (food safety) yang menjadi tantangan bersama di Indonesia dan Malaysia. Berbagai persoalan seperti kontaminasi mikroorganisme, residu pestisida, logam berat, mikroplastik, hingga sistem distribusi pangan menjadi topik utama yang mendapat perhatian peserta.

Menurut Dr. Pratheep, disiplin Teknik Kimia memiliki peran strategis dalam menciptakan sistem pangan yang lebih aman dan berkelanjutan. Hal itu dapat diwujudkan melalui pengembangan proses industri yang efisien, inovasi teknologi pengemasan, pemanfaatan biomassa, serta penerapan teknologi digital seperti Artificial Intelligence (AI), blockchain, smart sensor, predictive modeling, dan risk assessment untuk meningkatkan kualitas serta keamanan produk pangan.

Sebagai tindak lanjut seminar, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok diskusi guna merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan keamanan pangan di Indonesia sekaligus mengidentifikasi peluang penelitian bersama yang dapat dikembangkan oleh kedua institusi.

Melalui forum ilmiah tersebut, Universitas Malikussaleh dan MILA University juga menjajaki penguatan kolaborasi penelitian di berbagai bidang strategis, mulai dari bioteknologi, keamanan pangan, biomaterial, pengolahan limbah, hingga pengembangan teknologi berkelanjutan.[]


Kirim Komentar