Teknik Informatika Unimal Jalani Asesmen Lapangan LAM INFOKOM

SHARE:  

Humas Unimal
Teknik Informatika Unimal Jalani Asesmen Lapangan LAM INFOKOM

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh menjalani asesmen lapangan akreditasi yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM), Rabu-Kamis (8–9/7/2026), di Aula Rapat Dekan Fakultas Teknik, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe.

Asesmen dilakukan oleh dua asesor, yakni Prof. Husni Teja Sukmana, Ph.D. dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Prof. Dr. Muhardi, M.Kom., IPM dari Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting dalam proses penilaian mutu akademik Program Studi Teknik Informatika untuk meningkatkan peringkat akreditasinya.

Ketua Jurusan Informatika Unimal, Dr. Eng. Ir. Muhammad Fikry M.Kom, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim asesor yang akan melakukan verifikasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di program studi tersebut.

"Merupakan suatu kehormatan bagi kami menerima kehadiran Bapak-Bapak asesor. Kami berharap berbagai masukan yang diberikan dapat menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas program studi, memperkuat daya saing institusi, serta menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global," katanya.

Fikry juga memaparkan sejumlah capaian yang berhasil diraih Universitas Malikussaleh maupun Program Studi Teknik Informatika dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya, Universitas Malikussaleh kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangannya, meningkatnya jumlah dosen yang melanjutkan studi doktoral di luar negeri, serta masuknya dosen Unimal dalam jajaran 5 persen ilmuwan terbaik dunia berdasarkan publikasi ilmiah.

Selain itu, menurutnya, pengembangan kapasitas dosen juga terus dilakukan melalui peningkatan kompetensi profesional, sementara mahasiswa Teknik Informatika berhasil menorehkan berbagai prestasi pada tingkat nasional maupun internasional, termasuk kompetisi inovasi teknologi yang melibatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi di Australia dan Jepang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unimal, Dr. Muhammad Daud M.T, mengatakan asesmen lapangan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memastikan mutu pendidikan tinggi sesuai dengan standar nasional.

"Akreditasi bukan sekadar proses administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan," tuturnya.

Ia menjelaskan, Unimal terus menunjukkan perkembangan yang signifikan sejak berstatus perguruan tinggi negeri. Saat ini Unimal memiliki tujuh fakultas dengan 58 program studi yang mencakup jenjang diploma, sarjana, magister, doktor, hingga profesi.

Menurut Daud, Fakultas Teknik menjadi salah satu fakultas terbesar di lingkungan Universitas Malikussaleh dengan sekitar 8.000 mahasiswa dari total lebih dari 24.000 mahasiswa aktif. Fakultas tersebut memiliki 16 program studi yang terdiri atas 12 program sarjana, tiga program magister, dan satu program doktor.

Ia juga menyampaikan bahwa Universitas Malikussaleh telah memperoleh akreditasi institusi unggul, menerapkan sistem manajemen berbasis ISO, serta terus mendorong peningkatan kualitas setiap program studi.

"Program Studi Teknik Informatika merupakan salah satu program studi dengan jumlah mahasiswa terbanyak dan menjadi primadona di Universitas Malikussaleh. Kami optimistis melalui asesmen ini program studi dapat memperoleh hasil terbaik sesuai target yang diharapkan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Asesor LAM INFOKOM, Prof. Husni Teja Sukmana, menyampaikan bahwa asesmen lapangan bertujuan melakukan verifikasi terhadap data yang sebelumnya telah disampaikan program studi melalui dokumen akreditasi.

Hal senada disampaikan Prof. Dr. Muhardi. Ia menjelaskan bahwa tim asesor akan mencermati kembali seluruh data dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) maupun Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) agar seluruh informasi yang menjadi dasar penilaian benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Kami mencoba memastikan seluruh data yang telah disampaikan benar-benar sesuai. Jika masih ada yang perlu dilengkapi atau diperjelas, proses asesmen lapangan menjadi kesempatan untuk melakukan klarifikasi," katanya.[]


Kirim Komentar