
UNIMALNEWS | Bukit Indah – Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Program Studi Sosiologi Jurusan Antropologi dan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan Sociology Inspires bertema "Berkarya Sebagai Guru Sosiologi, Membangun Peradaban" di Aula Sultan Malikul Zahir, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai prospek karier lulusan Sosiologi sebagai pendidik profesional melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selain memberikan informasi tentang jalur menjadi guru, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa agar mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia pendidikan.
Acara dihadiri Dekan FISIP, Teuku Zulkarnaen Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr. Taufik Abdullah, Ketua Jurusan Antropologi dan Sosiologi Ade Ikhsan Kamil M.A, Sekretaris Jurusan Antropologi dan Sosiologi Cut Rizka Al Usrah M.A, Koordinator Program Studi Sosiologi Rizki Yunanda M.Si, serta diikuti mahasiswa Program Studi Sosiologi.
Ketua Panitia, Rahmad Dermawan Gultom, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Menurutnya, panitia telah menyiapkan sebuah grup komunikasi yang akan menjadi wadah berbagi informasi dan pengalaman secara berkelanjutan.
"Grup ini diharapkan menjadi ruang untuk saling berbagi informasi, pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring antarmahasiswa dan alumni. Kami berharap komunikasi ini terus berlanjut sehingga dapat melahirkan kolaborasi dan menciptakan momentum yang lebih besar pada masa mendatang," katanya.
Sementara itu, Ketua Himasos, Azhar mengajak mahasiswa agar tidak ragu menatap peluang karier di bidang pendidikan. Ia menegaskan bahwa lulusan Program Studi Sosiologi tetap memiliki kesempatan menjadi guru, meskipun berasal dari program studi nonkependidikan.
"Lulusan Sosiologi memiliki peluang yang sama untuk menjadi guru Sosiologi di sekolah. Yang terpenting adalah terus meningkatkan kompetensi, memperluas pengetahuan, serta mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan," tuturnya.
Ketua Jurusan Antropologi dan Sosiologi, Ade Ikhsan Kamil, menyampaikan bahwa keterbatasan ekonomi maupun latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Ia menilai keberhasilan ditentukan oleh kemauan belajar, kerja keras, serta kemampuan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
"Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana. Teruslah belajar dan tingkatkan keterampilan, karena kemampuan yang dimiliki akan menjadi bekal untuk membangun masa depan, termasuk berkarier sebagai seorang guru," ujarnya.
Ade juga mengingatkan pentingnya doa dan restu orang tua sebagai bagian dari ikhtiar dalam meraih cita-cita. Menurutnya, mahasiswa Sosiologi harus mampu mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan bekal kompetensi akademik maupun karakter yang baik.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP, Dr. Taufik Abdullah, menegaskan bahwa profesi guru merupakan bentuk pengabdian yang memiliki peran besar dalam membangun peradaban. Menurutnya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk mendidik dan membimbing generasi penerus bangsa.
"Lulusan Sosiologi juga memiliki peluang menjadi guru. Namun, untuk menjadi pendidik yang baik dibutuhkan kompetensi, kemampuan menyampaikan ilmu, serta kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan diri," katanya.
Ia berharap kegiatan Sociology Inspires dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai berbagai peluang yang tersedia, termasuk jalur sertifikasi melalui Program Pendidikan Profesi Guru. Taufik juga menekankan bahwa seorang guru harus mampu menjadi pembimbing bagi peserta didik, bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran.
"Guru bukan hanya menggurui, tetapi membimbing, memberi teladan, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain. Melalui profesi inilah ilmu, amal, dan keberkahan dapat terus mengalir," tutupnya.[]