
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Dua dosen Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), yakni Dr Mujiburrahman dan Dr Abdullah Akhyar Nasution, berhasil memperoleh pendanaan penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Tahun 2026.
Keberhasilan tersebut diraih melalui dua proposal penelitian yang mengangkat isu strategis di bidang pangan lokal dan peternakan. Dr Mujiburrahman mengusung penelitian berjudul "Eksplorasi Pengetahuan Kuliner Masyarakat Pesisir Pidie: Tradisi Muloh Teupeh sebagai Bentuk Adaptasi dalam Pengolahan Bandeng untuk Inovasi Pangan Lokal dan Pencegahan Stunting".
Sementara itu, Dr Abdullah Akhyar Nasution memperoleh pendanaan melalui proposal berjudul "Perbaikan Sistem Produksi Kerbau Lokal untuk Mencapai Swasembada Daging: Pilot Project pada Kerbau Gayo dan Kerbau Kalang (Kerbau untuk Indonesia/KUI)".
Dr Mujiburrahman mengatakan proses seleksi RIIM berlangsung cukup panjang. Proposal penelitian diajukan pada Juli 2025 dan baru diumumkan lolos pendanaan pada Juni 2026.
"Kami mengajukan proposal pada Juli 2025, kemudian melalui berbagai tahapan seleksi hingga akhirnya dinyatakan lolos pada Juni 2026," ujarnya kepada Unimalnews, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, skema RIIM tidak hanya menilai kualitas proposal, tetapi juga menekankan kesiapan pelaksanaan riset beserta luaran yang akan dihasilkan.
"Dalam program RIIM, ekspedisi penelitian menjadi salah satu aspek penting. Peneliti harus mampu menghasilkan luaran yang terukur, seperti dataset dan spesimen objek penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan," jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fisipol Universitas Malikussaleh, Teuku Zulkarnaen PhD, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan dua dosen Antropologi memperoleh pendanaan BRIN menunjukkan kualitas sumber daya manusia dan komitmen Fisipol dalam menghasilkan riset yang inovatif serta berdampak bagi masyarakat.
"Lolosnya pendanaan RIIM menjadi bukti bahwa dosen Fisipol mampu menghasilkan riset yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bangsa. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi dosen lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengabdi melalui penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia," tutupnya. [fzl]