
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal), kembali menggelar Seminar Nasional Teknik Kimia (SNTK) IV dengan mengusung tema "Optimalisasi Potensi Lokal Berbasis Green Engineering dalam Mendukung Kemandirian Energi" di Auditorium Fakultas Teknik, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Rabu (15/7/2026).
Seminar nasional tersebut menghadirkan tiga pembicara utama, yakni Ir. Safwat Andy M.T IPM (Vice President Pengembangan Bisnis PT Pupuk Iskandar Muda), Dr. Muhammad Al Muttaqi dari Head of Research Center for Catalysis, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Dr. Zulnazri M.T (Ketua Jurusan Teknik Kimia Unimal).
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas dosen, peneliti, mahasiswa, praktisi industri, dan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Panitia, Dr. Wusnah M.T mengatakan seminar nasional tersebut menjadi wadah memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pemanfaatan sumber daya lokal melalui penerapan teknologi hijau yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan serta kemandirian energi nasional.
Menurutnya, penyelenggaraan SNTK IV tahun ini mendapat sambutan yang sangat baik dari kalangan akademisi. Panitia menerima dan menetapkan 36 artikel ilmiah yang dipresentasikan dalam sesi paralel. Artikel-artikel tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
"Antusiasme peneliti, dosen, mahasiswa, maupun praktisi sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa seminar ini telah menjadi wadah ilmiah yang dipercaya sebagai media pertukaran gagasan, diseminasi hasil penelitian, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan," kata Wusnah.
Ia menjelaskan, artikel yang dipresentasikan mencakup berbagai bidang kajian, seperti teknologi proses, energi terbarukan, pengolahan limbah, material maju, bioproses, hingga teknologi pangan. Selain sesi paralel, peserta juga memperoleh wawasan dari para narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya.
Wusnah berharap forum ilmiah tersebut mampu melahirkan kerja sama riset yang lebih luas antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan dunia industri.
"Keberhasilan penyelenggaraan seminar ini tidak terlepas dari dukungan pimpinan Universitas Malikussaleh, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Kimia, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi," tuturnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unimal, Dr. Muhammad, M.T, menyampaikan bahwa seminar nasional merupakan tradisi akademik yang sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, seminar ilmiah menjadi ruang bertemunya para peneliti untuk mempresentasikan hasil riset, bertukar gagasan, sekaligus membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas.
"Seminar nasional seperti ini merupakan bagian dari budaya akademik yang harus terus dipertahankan. Di sinilah para akademisi saling berbagi hasil penelitian, memperoleh masukan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan," ujarnya.
Ia mengungkapkan rasa syukur karena SNTK IV berhasil menarik peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dari Pulau Jawa, Sumatera, hingga Riau. Sebagian peserta mengikuti kegiatan secara luring, sementara lainnya berpartisipasi secara daring melalui sistem hybrid.
"Meskipun dilaksanakan secara hybrid, hal itu tidak mengurangi esensi seminar sebagai forum ilmiah. Justru teknologi memungkinkan partisipasi yang lebih luas dari berbagai daerah," ungkapnya.
Muhammad Daud juga memberikan apresiasi kepada Jurusan Teknik Kimia yang secara konsisten mampu menyelenggarakan seminar nasional hingga memasuki penyelenggaraan keempat. Menurutnya, keberlangsungan seminar tersebut menjadi bukti komitmen sivitas akademika Teknik Kimia dalam menjaga tradisi akademik dan meningkatkan kualitas penelitian.
"Kami berharap seminar ini tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan dunia industri dalam menghadapi tantangan pengembangan energi dan teknologi hijau di masa depan," tutupnya.[]