56 Tim Tiga Negara Ikuti Kompetisi Rancang Pabrik Kimia di Unimal

SHARE:  

Humas Unimal
56 Tim Tiga Negara Ikuti Kompetisi Rancang Pabrik Kimia di Unimal

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) mengadakan International Plant Design Chemical Engineering Competition (IPDCEC) 2026. Kompetisi pra-rancangan pabrik kimia yang mengusung tema Perancangan Pabrik Kimia Berbasis Industri untuk Masa Depan Global yang Berkelanjutan ini mempertemukan 56 tim dari 25 perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Kompetisi yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 1 Agustus 2026 tersebut mencapai puncaknya melalui babak final yang digelar selama tiga hari, 30 Juli–1 Agustus 2026, di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe.

Pada babak final, enam tim terbaik mempresentasikan proposal rancangan pabrik kimia di hadapan dewan juri yang berasal dari PT Pupuk Iskandar Muda, yakni Fahirul Muhar, Brian Marchsal, dan Faria Insyira. 

Tidak hanya menghadirkan kompetisi akademik, IPDCEC 2026 juga memberikan pengalaman industri kepada para finalis melalui kunjungan lapangan ke PT Pupuk Iskandar Muda, salah satu industri pupuk terbesar di Indonesia, serta kegiatan kebersamaan di kawasan wisata The Ground Coffee, Gunung Salak. Rangkaian kegiatan ditutup dengan closing ceremony sekaligus pengumuman para pemenang.

Tim Methanoix dari Universitas Muhammadiyah Riau berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menyajikan rancangan pabrik green methanol berbasis teknologi berkelanjutan. Posisi juara kedua diraih tim True Engineer dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, sementara tim EcoMetha Team dari Universitas Malikussaleh meraih juara ketiga.

Adapun penghargaan Harapan I diberikan kepada DME Plant Concat dari UPN "Veteran" Yogyakarta, Harapan II diraih HydraNova dari Universitas Malikussaleh, penghargaan Best Presenter diberikan kepada DME Plant Concat, sedangkan Best Idea diraih Netzerizon dari Universitas Jember.

Selain kompetisi utama, panitia juga menggelar lomba poster dan video kreatif bagi siswa SMA/sederajat sebagai upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia teknik kimia dan inovasi industri berkelanjutan.

Ketua Program Studi Teknik Kimia Unimal, Dr. Leni Maulinda M.T bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan IPDCEC 2026. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi program studi yang masih relatif muda.

"Sebagai program studi yang masih tergolong muda, menyelenggarakan kompetisi internasional bukan perkara mudah. Berkat dukungan pimpinan fakultas dan universitas serta kerja keras seluruh panitia dan mahasiswa, IPDCEC 2026 dapat terlaksana dengan sukses. Kami berharap ajang ini menjadi agenda tahunan yang terus mengharumkan nama Teknik Kimia Unimal," katanya.

Dekan Fakultas Teknik Unimal, Dr. Muhammad Daud M.T menilai keberhasilan penyelenggaraan kompetisi ini membuktikan bahwa kualitas sebuah program studi tidak ditentukan oleh usia ataupun ukurannya.

"Ini bukti bahwa skala sebuah program studi tidak menentukan skala prestasinya. Fakultas Teknik sangat bangga dan akan terus mendukung penuh langkah-langkah serupa ke depannya," tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Jurusan Teknik Kimia, Dr. Zulnazri M.T mengatakan antusiasme peserta dari tiga negara menjadi indikator meningkatnya reputasi Teknik Kimia Universitas Malikussaleh di tingkat regional.

"Keberhasilan IPDCEC 2026 tidak lepas dari sinergi seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan. Antusiasme peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand membuktikan bahwa nama Teknik Kimia Unimal semakin diperhitungkan di kancah regional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Methanoix Universitas Muhammadiyah Riau, Shandra Nurul Putri, mengaku bangga atas capaian timnya yang berhasil meraih juara pertama. Ia mengatakan rancangan pabrik green methanol yang dikembangkan tim memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai basis katalis, sehingga memiliki nilai inovasi sekaligus mendukung pengembangan industri kimia berkelanjutan.

"Alhamdulillah, kerja keras tim selama berbulan-bulan terbayar. Bersaing dengan tim-tim hebat dari berbagai negara menjadi pengalaman yang sangat berharga dan semakin memotivasi kami untuk terus berinovasi di bidang teknik kimia berkelanjutan," tuturnya.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar