
UNIMALNEWS | Malaysia – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) mengikuti Program Pengabdian kepada Masyarakat Internasional dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Internasional Indonesia–Malaysia–Thailand yang berlangsung pada 2–9 Agustus 2026 di Malaysia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperluas pengalaman akademik dan jejaring internasional.
Kelima mahasiswa tersebut ialah Mhd. Irwansyah dari Program Studi Antropologi, Muhammad Irfan Hamdani dari Program Studi Administrasi Publik, Fitria Ramadhona dari Program Studi Administrasi Bisnis, Juliyanti dari Program Studi Ilmu Politik, serta Indira Reva Alzahra dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Program kolaborasi ini mengusung tema "Budaya Melayu Lestari sebagai Modal Sosial Masyarakat Serumpun Asia Tenggara."
Dekan FISIP Unimal, Teuku Zulkarnaen Ph.D, mengatakan keterlibatan mahasiswa Unimal dalam program internasional tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama akademik sekaligus meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam lingkungan multikultural.
Menurutnya, program yang melibatkan sembilan perguruan tinggi dari tiga negara tersebut menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam membangun kolaborasi lintas batas. Sebanyak lima perguruan tinggi berasal dari Indonesia, tiga dari Malaysia, dan satu dari Thailand.
"Keikutsertaan Universitas Malikussaleh dalam kolaborasi lintas negara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan akademik sekaligus membuka ruang interaksi antarmahasiswa dengan latar belakang budaya dan disiplin ilmu yang beragam," katanya.
Sementara itu, pelaksana kegiatan sekaligus inisiator program, Dr. Afrizal Tjoetra, berharap KKN Kolaborasi Internasional tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan dan tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini.
Ia menilai kesinambungan program sangat penting dalam memperkuat kerja sama antarpendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara sehingga kolaborasi antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.
"Kegiatan ini berfokus pada penguatan nilai budaya Melayu sebagai salah satu modal sosial dalam membangun hubungan antarmasyarakat serumpun. Melalui tema tersebut, mahasiswa diajak memahami keberagaman budaya sekaligus melihat bagaimana nilai-nilai budaya dapat menjadi fondasi dalam membangun kerja sama masyarakat di kawasan Asia Tenggara," tuturnya.
Dosen Pendamping Lapangan, Rizki Yunanda M.Si, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tidak hanya berupa pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mencakup diskusi ilmiah, pertukaran budaya, kegiatan akademik, hingga pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung sekaligus memahami dinamika sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat di lingkungan yang berbeda.
"Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki sekaligus meningkatkan kemampuan mereka beradaptasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya berbeda," ungkapnya.
Selain memperkuat kompetensi akademik, para peserta juga memperoleh pengalaman membangun komunikasi lintas budaya, bekerja dalam tim multinasional, serta memperluas jejaring internasional.
Selama pelaksanaan kegiatan, para mahasiswa juga didampingi oleh dua dosen pendamping, yakni Awaluddin Arifin M.Kom.I dan Rizki Yunanda M.Si yang memastikan seluruh rangkaian program berjalan optimal serta memberikan pendampingan akademik kepada peserta.[]