BNNP Aceh Ingatkan Mahasiswa Baru Unimal Jauhi Narkoba

SHARE:  

Humas Unimal
Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean Eng bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen. Pol. Dr. Dedy Tabrani S.I.K M.Si saat memasuki Auditorium untuk menyampaikan materi.

UNIMALNEWS | Reuleut — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh mengingatkan mahasiswa baru Universitas Malikussaleh (Unimal) agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Pesan tersebut disampaikan Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani S.I.K M.Si saat memberikan pembekalan pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unimal 2026 pada sesi kedua, Rabu (2/9/2026).

PKKMB Unimal 2026 resmi dibuka Senin (31/8/2026) di Auditorium Abdul Wahab Dahlawi, Kampus Reuleut, Aceh Utara. Kegiatan tersebut diikuti ribuan mahasiswa baru yang akan memulai perjalanan akademik mereka di perguruan tinggi.

Kehadiran Kepala BNNP Aceh menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pembekalan mahasiswa baru. Di hadapan ribuan mahasiswa, Dedy Tabrani menyampaikan materi bertema “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa dan Kesadaran Bela Negara”, yang sekaligus dikaitkan dengan pentingnya membangun ketahanan diri generasi muda terhadap ancaman narkoba.

Menurut Dedy, memasuki dunia perguruan tinggi merupakan fase penting dalam kehidupan mahasiswa. Pada masa tersebut, mahasiswa mulai memiliki kebebasan lebih besar dalam menentukan lingkungan pergaulan, aktivitas, hingga mengambil berbagai keputusan yang dapat memengaruhi masa depannya.

Karena itu, mahasiswa diminta selektif dalam memilih lingkungan pergaulan. “Memilih lingkungan yang positif menjadi salah satu strategi penting bagi mahasiswa dalam mencegah diri dari penyalahgunaan narkoba,” pesan Kepala BNNP Aceh dalam pemaparannya.

Dedy mendorong mahasiswa baru untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan positif di lingkungan kampus, mulai dari organisasi kemahasiswaan, komunitas, kegiatan keislaman hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Menurutnya, aktivitas positif tidak hanya membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik, tetapi juga menjadi salah satu cara membangun lingkungan sosial yang sehat dan menjauhkan diri dari pengaruh buruk penyalahgunaan narkoba.

Selain persoalan pergaulan, mahasiswa juga diingatkan agar mampu mengelola tekanan dan persoalan selama menjalani kehidupan perkuliahan. Tekanan akademik, persoalan sosial maupun masalah pribadi, kata dia, perlu dihadapi dengan cara yang sehat dan tidak menjadi alasan untuk mencari pelarian melalui narkoba.

Olahraga, berdiskusi dengan orang yang dipercaya ketika menghadapi persoalan, serta aktif dalam kegiatan sosial menjadi sejumlah langkah yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menjaga keseimbangan diri.

BNNP Aceh juga meminta mahasiswa tidak menjadi penonton ketika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Mahasiswa diminta menjauh dari lingkungan yang berpotensi menyeret mereka ke dalam penyalahgunaan narkotika dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran narkoba.

Pesan tersebut dinilai penting mengingat mahasiswa merupakan kelompok generasi muda yang memiliki posisi strategis dalam membangun masa depan bangsa. Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan jati diri.

BNNP Aceh menekankan bahwa upaya pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mahasiswa sebagai calon intelektual dan pemimpin masa depan diharapkan tidak hanya mampu melindungi dirinya sendiri, tetapi juga ikut menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bebas narkoba.

Materi Kepala BNNP Aceh tersebut ditutup dengan semangat “War on Drugs for Humanity”, yang menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan semata-mata tugas aparat, melainkan membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Ketua Panitia PKKMB Unimal 2026, Dr. Hadi Iskandar, mengatakan PKKMB merupakan momentum penting bagi perguruan tinggi untuk menyambut sekaligus membekali mahasiswa baru sebelum memasuki kehidupan perkuliahan.

Menurut Hadi, mahasiswa baru tidak hanya membutuhkan pengenalan mengenai sistem akademik, tetapi juga perlu dipersiapkan menghadapi perubahan lingkungan dari sekolah menuju kehidupan kampus yang menuntut kemandirian, kedewasaan, kemampuan berorganisasi dan tanggung jawab sosial.

“PKKMB merupakan sarana bagi pimpinan perguruan tinggi untuk menyambut dan membekali mahasiswa baru dalam memasuki dunia kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi transisi menuju kehidupan perkuliahan,” katanya.

Ia menjelaskan, PKKMB Unimal 2026 juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Kemalikussalehan kepada mahasiswa baru. Nilai tersebut terinspirasi dari keteladanan Sultan Malikussaleh, pendiri Kerajaan Samudera Pasai.

Karakter Kemalikussalehan yang dikembangkan Unimal mencakup lima nilai utama, yakni religius, akademis, transformatif, berwawasan global dan cinta damai.

“Mahasiswa baru Unimal diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kampus secara administratif, tetapi juga secara ideologis dengan meneladani watak dan kepemimpinan Sultan Malikussaleh,” tuturnya.

Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan pengenalan akademik Unimal yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik bersama para dekan fakultas. Selain itu, terdapat materi mengenai kehidupan berbangsa, bernegara dan pembinaan kesadaran bela negara yang disampaikan Komandan Korem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran M.SM.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan layanan UPT Perpustakaan, Klinik Pratama Unimal, pengembangan kemahasiswaan dan alumni, serta berbagai organisasi mahasiswa dan UKM di tingkat universitas.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan tujuh fakultas di lingkungan Unimal, termasuk organisasi mahasiswa fakultas dan UKM.

Pelaksanaan PKKMB mengacu pada Panduan PKKMB 2026 dengan prinsip keterbukaan, humanis, demokratis, inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Hadi menegaskan, seluruh bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, seksual maupun psikologis, dilarang dalam pelaksanaan PKKMB. Mahasiswa baru juga tidak boleh dipaksa melakukan aktivitas yang merendahkan martabat atau bertentangan dengan norma agama, sosial dan hukum.

Dari 5.166 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB Unimal 2026, Fakultas Teknik menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak, yakni 1.746 orang.

Berikutnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 898 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 799 mahasiswa, Fakultas Pertanian 615 mahasiswa, Fakultas Hukum 391 mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 377 mahasiswa, serta Fakultas Kedokteran sebanyak 340 mahasiswa.

Jumlah tersebut terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama diikuti 1.702 mahasiswa, sesi kedua 1.680 mahasiswa dan sesi ketiga sebanyak 1.784 mahasiswa.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar