Lahan Kosong di Depan Meunasah Disulap Mahasiswa KKN-PPM Unimal Jadi Taman Apotik Hidup

SHARE:  

Humas Unimal
Lahan Kosong di Depan Meunasah Disulap Mahasiswa KKN-PPM Unimal Jadi Taman Apotik Hidup

UNIMALNEWS | Kuta Makmur – Lahan kosong di depan meunasah Gampong Pulo Iboih, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, yang sebelumnya hanya dipenuhi rumput liar kini berubah menjadi ruang hijau yang lebih bermanfaat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 58 Universitas Malikussaleh (Unimal) menyulap lahan tersebut menjadi taman apotik hidup yang ditanami berbagai tanaman obat keluarga.

Program tersebut dilaksanakan pada Rabu, 28 Agustus 2026, sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa di bidang lingkungan selama menjalankan pengabdian di Gampong Pulo Iboih.

Sebanyak 11 mahasiswa KKN-PPM Kelompok 58 terlibat langsung dalam seluruh proses pengerjaan, mulai dari membersihkan lahan, mengolah tanah, membuat area tanam hingga menanam dan merawat bibit. Kegiatan tersebut dilakukan di bawah koordinasi Ketua Kelompok KKN-PPM 58, Muhammad Rafi.

Enam jenis tanaman dipilih untuk menghuni taman tersebut, yakni jahe, lengkuas, kunyit, daun sirih, serai, dan temulawak. Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena cukup dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki beragam manfaat, baik sebagai bahan masakan maupun sebagai bagian dari pengobatan tradisional keluarga.

Sebelum proses penanaman dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu membersihkan lahan dari rumput liar dan sampah yang berserakan. Tanah kemudian diolah agar lebih siap ditanami. Setelah itu, mahasiswa membuat tiga lorong tanam memanjang sebagai area penempatan bibit.

Menariknya, mahasiswa tidak memisahkan setiap jenis tanaman berdasarkan lorong. Berbagai tanaman justru ditanam secara bercampur pada ketiga lorong tersebut. Jahe, lengkuas, kunyit, daun sirih, serai, dan temulawak ditempatkan secara merata sehingga taman terlihat lebih beragam.

Setelah seluruh bibit tertanam, mahasiswa menyiram tanaman dan merapikan kembali area taman. Perlahan, lahan yang sebelumnya tampak terbengkalai mulai berubah menjadi sudut hijau di lingkungan meunasah.

Wakil Ketua Kelompok KKN-PPM 58, Ferdy Ardiansyah Lubis, mengatakan pemilihan tanaman dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Kami sengaja memilih tanaman-tanaman yang memang biasa dipakai warga sehari-hari, supaya manfaatnya bisa dirasakan langsung. Harapannya, taman ini tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi bisa terus dirawat dan dimanfaatkan warga meskipun KKN kami sudah selesai,” ujarnya.

Kehadiran taman apotik hidup tersebut mendapat sambutan positif dari warga Gampong Pulo Iboih. Salah seorang warga, Abibah, mengaku senang karena keberadaan taman tersebut dapat memberikan manfaat praktis bagi masyarakat, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga.

“Senanglah ibu-ibu ini, Nak. Jadi nanti kalau mau masak bisa ambil di sini. Ada temulawak juga, bisa dibuat jamu,” katanya.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar