
UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Dosen Program Studi Psikologi Universitas Malikussaleh (Unimal) membekali siswa dan guru sekolah menengah di Kota Lhokseumawe dengan pemahaman tentang consent dan literasi digital sebagai upaya mencegah kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai PNBP Unimal Tahun 2026 itu mengusung tema “Pemberdayaan Siswa SMA Melalui Pelatihan Consent dan Literasi Digital sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan.”
Sebanyak 32 guru dan siswa dari sejumlah sekolah di Lhokseumawe mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 5, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, Sukma Bangsa, dan MAN 1 Lhokseumawe.
Kegiatan dipimpin Rahmia Dewi M.Psi bersama tim dosen Program Studi Psikologi Unimal. Untuk memperkaya perspektif peserta, tim juga menghadirkan Idar Afriyanti Zebua M.Psi. dosen Universitas Deztron Indonesia, sebagai pemateri.
Materi pelatihan berfokus pada pemahaman tentang consent atau persetujuan, batasan diri, relasi yang sehat, serta penguatan literasi digital. Peserta juga dibekali pengetahuan untuk mengenali dan mencegah berbagai bentuk kekerasan di ruang digital, termasuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan sejumlah aktivitas yang dikaitkan dengan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan tersebut mendorong peserta untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengenali potensi risiko kekerasan dan mengambil sikap yang tepat.
Tim pengabdian menilai pemahaman mengenai batasan diri dan penggunaan ruang digital secara aman penting diberikan sejak usia sekolah. Lingkungan pendidikan juga memiliki peran strategis dalam membangun budaya yang mencegah kekerasan dan mendorong keberanian untuk bersuara ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga didorong menjadi agen perubahan dan peer educator di sekolah masing-masing. Mereka diberikan misi untuk membawa kembali pengetahuan yang diperoleh melalui program “Misi Pulang ke Sekolah”, yakni menyebarluaskan pesan pencegahan kepada teman sebaya serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman.
Ketua pelaksana, Rahmia Dewi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama antara guru dan siswa mengenai pentingnya pencegahan kekerasan seksual serta penggunaan ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab.
"Melalui program ini, Program Studi Psikologi Unimal juga mendorong terbangunnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sekaligus membentuk generasi muda yang berani bersuara, peduli, dan mampu menjadi bagian dari perubahan,' ungkapnya.[]