Lima Tim Unimal Raih Medali Emas dan Perak di Kompetisi Innovation and Entrepreneurship Challenge 2026

SHARE:  

Humas Unimal
Salah satu tim yang memperoleh mendali perak. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Malaysia – Lima tim mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh berhasil meraih medali emas dan perak pada ajang Innovation and Entrepreneurship Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Kolej Vokasional Sultan Ahmad Shah, Kementerian Pendidikan Malaysia, melalui bidang Pendidikan dan Latihan Teknikal Vokasional, di Pahang, Malaysia.

Pemenang diumumkan pada Kamis (10/9/2026) melalui saluran youtube https://youtu.be/QlM5f0QU8Us.

Lima tim mahasiswa Unimal yang berhasil meraih penghargaan terdiri atas dua tim peraih Gold Award dan tiga tim peraih Silver Award.

Peraih Silver Award pertama adalah tim dengan anggota Muhammad Fatiha Assyfa, M. Ivandanizar Arthio, Dipa Wiraguna dan Muhammad Fikry. Tim tersebut mengusung proyek berjudul Heart Rate Pattern Analysis for Stress Detection During Computer-Based Work Activities. Mereka dibimbing oleh Dr Eng Muhammad Fikry.

Silver Award berikutnya diraih tim yang terdiri atas Gianina Inaya, Novra, Nyak Qurratu Aini dan Rafli Hamdan Farabi. Mereka mengembangkan proyek Development of a Bluetooth-Based Electronic Stethoscope with a Music Feature to Support Child-Friendly Examinations. Mereka bimbingan oleh Kartika MT.

Sementara itu, Gold Award diraih tim yang beranggotakan Zaky Ikhwan, Rahul Pratama Siregar, Aril Maulana dan Sayid Amarullah. Tim ini mengembangkan proyek FIESTO: An AI-Based Green Technology Solution Using an Image Detector for the Redistribution of Surplus Food. Mereka dibimbing oleh Prof Arnawan Hasibuan PhD.

Tim lain yang dibimbing Prof Arnawan juga meraih Silver Award. Tim tersebut terdiri atas Teuku Imam Fradhean Fred, Muhammad Fathi Annaqi Lubis, Azzuhra Nayla Evana Saragih dan Riki Azril, dengan proyek berjudul State of Charge Estimation Experiment on Machine Learning-Based Hybrid Energy Harvesting System Using ESP32.

Adapun Gold Award lainnya diraih tim yang beranggotakan Lisni Harahap, Fitri Anisah, Hana Marmella dan Naufal Abdullilah melalui proyek KIDORA: A Digital Wellbeing Companion for Children. Tim tersebut juga dibimbing oleh Prof Arnawan.

Salah satu anggota tim peraih Silver Award, Teuku Imam Fradhean Fred, mengatakan pengajuan proyek untuk kompetisi tersebut dilakukan secara daring pada 3 Juli 2026. Peserta diminta menyiapkan video, dokumen abstrak, dan poster sesuai dengan topik inovasi yang diusung.

“Kami mengikuti lomba inovasi dengan topik green technology (teknologi hijau) melalui daring, yaitu pembuatan video, dokumen abstrak, dan poster,” terangnya.

Ia menjelaskan, proyek yang dikembangkan timnya berfokus pada sistem hybrid energy harvesting yang memanfaatkan lebih dari satu sumber energi. Sistem tersebut menggunakan machine learning dan ESP32 untuk memperkirakan jumlah energi yang tersimpan dalam baterai.

“Proyek ini berfokus pada sumber energi lebih dari satu. Dasarnya menggunakan beberapa sumber energi listrik, seperti energi surya, energi angin dan air. Proyek ini dapat diterapkan pada sumber seperti PLTS dan angin, serta angin dan air,” sebutnya.

Menurut Teuku Imam, berbagai sumber energi tersebut menghasilkan arus dan tegangan yang kemudian digunakan untuk menyimpan energi pada baterai. 

"ESP32 berfungsi sebagai mikrokontroler yang memantau variabel sistem, sedangkan machine learning memproses data yang diperoleh untuk menentukan sumber energi yang paling sesuai digunakan," ungkapnya.

“Contohnya, energi surya dan angin memberikan suplai ke baterai. Ketika baterai penuh, keduanya berhenti menyuplai energi. Ketika baterai kosong dan pada saat yang sama langit mendung sehingga energi surya melemah, machine learning menyarankan ESP32 untuk menarik energi dari angin jika kondisi angin sedang kuat, sehingga baterai dapat kembali terisi,” tambahnya.

Ketua Jurusan Teknik Elektro Unimal, Prof Arnawan Hasibuan, mengapresiasi capaian mahasiswa yang berhasil meraih Gold Award dan Silver Award pada kompetisi tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Unimal memiliki kemampuan untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan global.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Elektro Unimal memiliki potensi untuk bersaing di tingkat internasional. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi mampu mengubah ide menjadi inovasi yang aplikatif, khususnya dalam bidang teknologi hijau, energi terbarukan, kesehatan, dan teknologi berbasis kecerdasan buatan,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi pemicu tumbuhnya budaya kompetisi dan inovasi di kalangan mahasiswa.

“Kami ingin prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani membawa ide dan karya mereka ke tingkat nasional maupun global. Jurusan akan terus mendukung mahasiswa yang memiliki semangat untuk berinovasi dan berprestasi,” pungkasnya.[fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar