
UNIMALNEWS | Aceh Timur — Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis/Niaga Indonesia (IMABI) Pusat bersama seluruh Pengurus Wilayah I (Sumatra) menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Penyaluran bantuan dilakukan pada 4 Januari 2026 di Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Administrasi Bisnis dari berbagai perguruan tinggi di Sumatra, termasuk Universitas Malikussaleh, dan didampingi langsung oleh Pengurus Wilayah I IMABI.
Penghimpunan donasi dilakukan secara daring melalui akun resmi IMABI serta penggalangan dana langsung oleh para relawan di lapangan. Sejumlah himpunan mahasiswa administrasi bisnis/niaga di Indonesia turut mendukung gerakan solidaritas tersebut.
Salah satu aparatur desa setempat, Syarboini, mengatakan masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan.
“Banyak rumah warga rusak akibat banjir dan longsor. Selain hunian, masyarakat juga membutuhkan perbaikan sarana ibadah dan perlengkapan ibadah menjelang bulan Ramadan,” ujarnya.
Koordinator IMABI Wilayah I (Sumatra), Dilla Nazatul Amira, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut berkontribusi.
“Terima kasih kepada semua donatur dan relawan. Kepedulian ini sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak,” katanya.
IMABI juga mengajak masyarakat luas untuk terus berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan, terutama bagi wilayah pelosok agar bantuan dapat menjangkau secara merata.
Koordinator Pusat IMABI, Evan Saputra, menegaskan bahwa IMABI akan terus berkomitmen dalam penanggulangan dan pemulihan pascabencana.
“Alhamdulillah, sejumlah bantuan sudah tersalurkan. Tahap berikutnya, IMABI juga akan menyalurkan bantuan bagi mahasiswa Administrasi Bisnis yang terdampak bencana. Donasi tetap kami buka selama masa pemulihan,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 5 Januari 2026, bencana banjir dan longsor di Sumatra menyebabkan 1.177 orang meninggal dunia dan 148 orang hilang. Selain itu, 178.479 unit rumah rusak, ratusan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan rumah ibadah juga terdampak.
Menyikapi kondisi tersebut, IMABI mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan bencana di Sumatra sebagai Bencana Nasional guna mempercepat proses penanganan, rehabilitasi, dan rekonstruksi bagi masyarakat terdampak.[]