3.276 Mahasiswa Unimal Ikuti Pembekalan KKN

SHARE:  

Humas Unimal
Rektor Unimal, Prof Dr Herman Fithra ASEAN Eng memberikan pengarahan kepada mahasiswa KKN angkatan XXXVIII, Minggu (11/1/2026). Foto: Faizul.

UNIMALNEWS | Lhokeumawe - Universitas Malikussaleh laksanakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) angkatan XXXVIII dan KKN - Relawan semester ganjil. Kegiatan tersebut berlangsung di GOR ACC Cunda, Kota Lhokseumawe, Minggu (11/1/2026).

Koordinator KKN Unimal, Dr Suryadi dalam sambutannya melaporkan bahwa Unimal mengirim 3.276 mahasiswa untuk mengikuti KKN tahun ini di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Ia juga menyebutkan bahwa KKN kali ini terbagi dalam dua pola yaitu KKN-reguler dan KKN-Relawan.

"Pada KKN-reguler, sebanyak 2.637 peserta yang mendaftar, dua per tiga diantaranya adalah mahasiswi dan lainnya adalah mahasiswa. Kami coba mengatur pembagian kelompok agar sesuai. Sementara itu, untuk KKN-Relawan yang mendaftar sebanyak 639 peserta," terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan KKN-reguler direncanakan dimulai pada tanggal 14 Januari 2026. "Kami telah mencoba berkoordinasi dengan pihak kabupaten dan kecamatan di Aceh Utara, semoga tanggal ini tidak bergeser, sehingga sebelum bulan ramadhan, KKN sudah selesai," jelasnya. 

Tambahnya, untuk KKN Relawan terdapat dua skema, pertama kita apresiasikan bagi mahasiswa Unimal yang lebih awal merespon bencana sejak terjadinya musibah banjir, sehingga mahasiswa-mahasiswa tersebut dalam melakukan klaim kegiatan yang dapat dikonversi ke KKN Relawan. 

"Yang kedua, di KKN Relawan yang mau melaksanakan, nantinya mahasiswa akan ditempatkan ke lokasi-lokasi yang terdampak banjir di Aceh Utara yang belum ditempati oleh mahasiswa KKN reguler," tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unimal, Prof Dr Herman Fithra ASEAN Eng dalam pengarahannya mengatakan bahwa ada 25 kecamatan yang terdampak di Kabupaten Aceh Utara dan sekitar tujuh sampai delapan kecamatan yang paling parah.

"Jadi jika dihitung ada sekitar 696 desa berdampak dan 254 desa yang mengalami dampak berat. Oleh karena itu, KKN kali ini kita merespon kondisi sosial kemasyarakatan terhadap pemulihan dari bencana, sehingga mahasiswa yang turun ke masyarakat nantinya dapat membantu masyarakat gampong untuk pemulihan paska bencana,” jelas Rektor.

Prof Herman juga menekankan bahwa mahasiswa yang diakui untuk klaim kegiatan relawannya adalah mahasiswa yang melapor sejak awal. "Kami patut apresiasi kepada mahasiswa yang secara sukarela bergerak hatinya sebagai relawan, maka sejak awal kami mendapatkan laporan dari mahasiswa-mahasiswa atas kegiatan relawan yang mereka lakukan," ucapnya.

Ia juga mengatakan yang akan ikut pelaksanaan KKN Relawan, penempatannya ditentukan oleh LPPM, akan diprioritaskan pada Kecamatan yang terdampak paling berat sesuai dengan data dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. "Tapi apabila lokasi tempat tinggal mahasiswa adalah wilayah terdampak seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Takengon, ataupun daerah terdampak lainnya, yang dibuktikan dengan KTP, maka mahasiswa tersebut dapat melakukan KKN di lokasi tersebut, ujar Rektor.

Prof Herman juga meminta agar mahasiswa KKN yang dikirim harus menjaga komunikasi dengan masyarakat, mentaati aturan, adat istiadat, budaya dan syariat islam yang berlaku di Aceh dan di gampong tempat KKN. 

"Tolong jaga nama baik almamater kita, jaga komunikasi kita dan taati aturan yang berlaku. Jangan buat kekacauan di masyarakat, apalagi masyarakat dan saudara-saudara kita sedang ditimpa musibah," tutup Rektor. [fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar