Lima Mahasiswa Teknik Kimia Unimal Jalani Magang Mandiri di KIS Group Sustainability

SHARE:  

Humas Unimal
Lima Mahasiswa Teknik Kimia Unimal Jalani Magang Mandiri di KIS Group Sustainability. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Lhokseumawe – Lima mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan magang mandiri di perusahaan energi terbarukan KIS Group Sustainability yang dikenal sebagai pelopor pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) komersial pertama di Indonesia.

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu M. Zidan Alifaramadhan, Habib Indra Wahyudi, Iwan Najmi, Sulistyyani Nainggolan, dan Keisha Azzura Ardiani. 

Kelima mahasiswa semester enam ini berkesempatan mempelajari secara langsung proses pengolahan biogas yang berasal dari limbah kelapa sawit hingga menjadi Bio-CNG sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.

Dalam kegiatan magang mandiri ini, para mahasiswa mengamati berbagai tahapan proses produksi, mulai dari pengolahan biogas yang dihasilkan dari limbah cair kelapa sawit, proses pemurnian gas untuk meningkatkan kualitas metana, hingga tahap kompresi yang menghasilkan Bio-CNG siap digunakan sebagai bahan bakar energi.

Sebagai pelopor pengembangan pabrik Bio-CNG berbasis limbah sawit di Indonesia, KIS Group Sustainability memanfaatkan limbah industri kelapa sawit untuk diolah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomis. Bio-CNG yang dihasilkan kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi berbagai industri, salah satunya perusahaan multinasional Unilever.

Asisten Manager di KIS Group Sustainability, Andi Oscar Sembiring ST, menjelaskan bahwa pengembangan teknologi Bio-CNG berbasis limbah kelapa sawit merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan di sektor industri.

“Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi Bio-CNG menunjukkan bahwa limbah industri dapat dikelola secara lebih produktif dan berkelanjutan. Teknologi ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan dari limbah sawit, tetapi juga menghadirkan sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, limbah yang sebelumnya dianggap sebagai masalah justru dapat menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi serta mendukung upaya transisi menuju energi yang lebih bersih di Indonesia,” jelasnya.

Salah satu peserta magang, Sulistyyani Nainggolan, juga menyampaikan bahwa pengalaman tersebut memberikan wawasan baru mengenai pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia. 

“Keterlibatan langsung di lingkungan industri memberikan gambaran nyata bagi kami tentang bagaimana konsep-konsep teknik kimia yang dipelajari di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung dalam proses produksi energi bersih,” ungkapnya.

"Melalui kegiatan magang mandiri ini, kami memperoleh banyak pengalaman praktis mengenai penerapan ilmu teknik kimia dalam industri energi terbarukan serta pengelolaan limbah berbasis teknologi yang berkelanjutan," tutupnya. [fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar