Mahasiswa Agroekoteknologi Unimal Pelajari Budidaya Sawit di PTPN4 Regional 2 Kebun Marjandi

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa Agroekoteknologi Unimal Pelajari Budidaya Sawit di PTPN4 Regional 2 Kebun Marjandi. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Simalungun – Delapan mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Universitas Malikussaleh mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PTPN IV Regional II Kebun Marjandi untuk mengasah kemampuan teknis.

Mereka mempelajari proses analisis data tanaman yang menjadi standar operasional perusahaan perkebunan tersebut.

Delapan mahasiswa tersebut adalah Mhd Farhan Lubis, Daffa Fauzi Adithia, Zayyan Nashwa, Lailatul khairani, Fadhlan Haiba, Ella Hidayanti, Muthia Ayunda Hasibuan, Anas Taqi Daffa.

Dosen pengampu mata kuliah, Rosnina MP mengatakan bahwa kegiatan PKL ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran langsung di lapangan, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.

"Dalam kegiatan pemeliharaan, mahasiswa mempraktekkan pengendalian gulma secara kimiawi atau chemis. Fokus utama diberikan pada Chemis Piringan untuk menjaga kebersihan area jatuhnya buah dan penyerapan pupuk, serta Chemis Anak Kayuan guna mengendalikan tanaman berkayu yang dapat mengganggu pertumbuhan sawit," jelasnya melalui rilis yang diterima Unimalnews, Kamis (29/1/2026).

Sejalan dengan pemeliharaan, kata Rosnina, mahasiswa juga terjun langsung dalam proses Pemupukan. Selain memastikan aplikasi yang tepat, mereka mempelajari teknik LCU (Leaf Sampling Unit).

"LCU merupakan prosedur pengambilan sampel daun yang sangat krusial untuk dianalisis di laboratorium guna mengetahui status hara tanaman. Hasil dari LCU inilah yang nantinya menentukan rekomendasi dosis pupuk yang akurat bagi blok perkebunan tersebut," ujarnya.

Di sektor produksi, tambah Rosnina, mahasiswa juga mempelajari manajemen panen melalui penghitungan AKP (Angka Kerapatan Panen). "Praktik ini dilakukan untuk memprediksi jumlah tandan yang siap dipanen pada keesokan hari, sehingga kebutuhan tenaga kerja dan armada angkut dapat direncanakan dengan tepat," lanjutnya.

"Selain itu, mahasiswa mendalami teknik Fruit Set untuk menghitung persentase pembentukan buah pada tandan. Data ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas penyerbukan di lapangan. Untuk proyeksi jangka panjang, mahasiswa mengikuti kegiatan BBC (Black Bunch Census) atau Sensus Tandan Hitam. Melalui BBC, mahasiswa belajar memprediksi potensi produksi untuk 3 hingga 6 bulan ke depan dengan menghitung jumlah tandan hitam yang sedang berkembang pada pohon contoh," tambahnya.

Salah satu mahasiswa, Daffa Fauzi Adithia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mereka. "Pengalaman langsung mengenai LCU dan BBC memberikan pemahaman baru bagi kami bahwa perkebunan modern sangat bergantung pada data akurat, bukan sekadar perkiraan," pungkasnya. [fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar