
UNIMALNEWS | Muara Batu - Kesadaran masyarakat Meunasah Pinto terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga terus meningkat. Hal ini terlihat dari antusiasme warga dalam kegiatan edukasi pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar eco enzyme yang diikuti 34 ibu rumah tangga.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 08 Meunasah Pinto Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, dengan pendampingan langsung dari Minasiyah. Ketua KKN 08 Meunasah Pinto, Marvin Yuwanda, mengatakan edukasi ini bertujuan mendorong pemanfaatan limbah organik rumah tangga agar memiliki nilai guna sekaligus ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat mengolah limbah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk fungsional dan ekonomis, serta mendukung penerapan gaya hidup berkelanjutan,” tutur Marvin.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep dasar eco enzyme, manfaat ekologisnya, serta potensinya untuk menunjang kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilaksanakan secara aplikatif melalui praktik langsung pembuatan sabun cuci piring. Peserta dilibatkan dalam setiap tahapan proses, mulai dari pencampuran bahan, teknik pengolahan, hingga penjelasan mengenai proses fermentasi yang menjadi kunci efektivitas eco enzyme. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong kemandirian warga dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut di rumah masing-masing.
Interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung aktif. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari aspek teknis pembuatan, manfaat sabun eco enzyme bagi kesehatan keluarga, hingga cara penyimpanan agar produk dapat digunakan dalam jangka waktu yang optimal. Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya keterbukaan masyarakat terhadap inovasi ramah lingkungan.
Sebagai bentuk penguatan hasil pembelajaran, sabun cuci piring hasil praktik bersama dibagikan kepada seluruh peserta. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membawa pulang produk yang dapat langsung dimanfaatkan dalam aktivitas rumah tangga.[]