
UNIMALNEWS| Aceh Utara — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-Relawan) Universitas Malikussaleh di Gampong Cot Manyang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara melaksanakan rangkaian kegiatan sosial dan edukatif di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 setempat. Kegiatan selama tiga hari, dari 27- 29 Januari 2026 itu diisi beragam kegiatan,diantaranya pembersihah lingkungan sekolah, trauma healing, dan senam pagi bersama siswa.
Diawali dengan kegiatan pembersihan sekolah, mahasiswa KKN Relawan bersama siswa membersihkan ruang kelas, halaman, dan area sekitar gedung sekolah yang masih menyisakan lumpur tebal yang belum sempat dibersihkan. Kegiatan ini ingin membantu pihak sekolah menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, sehingga akan memberi kenyamanan kepada seluruh warga sekolah, ujar ketua KKN Relawan Gampong Cot Manyang, Wahyu Riansyah.
Diwaktu yang lain, dia bersama rekan mahasiswa KKN lainnya juga melaksanakan kegiatan trauma healing sebagai upaya pemulihan kondisi psikologis anak-anak setempat yang sempat tergunjang jiwanya akibat bencana banjir beberapa waktu lalu. “Melalui permainan edukatif, interaksi kelompok, dan dialog ringan bersama anak-anak, kita berharap akan menumbuhkan rasa kepercayaan diri kuat, sehingga memicu semangat belajar siswa,”imbuhnya.
Lanjutnya, rangkaian kegiatan ditutup dengan senam pagi bersama siswa SMP Negeri 3 Baktiya yang diikuti dengan penuh antusias. Aktivitas senam ini menjadi sarana membangun kebersamaan, meningkatkan kebugaran fisik, serta menciptakan suasana ceria di lingkungan sekolah.
“Kami hadir bukan hanya sekedar menjalankan program, tapi ingin memberi dampak langsung terhadap masyarakat yang terkena bencana. Kami memastikan kegiatan selama tiga hari benar-benar dirasakan manfaatnya.Bukan seremonial, namun bagian tanggung jawab sosial mahasiswa kepada masyarakat dan dunia pendidikan,” tegas Wahyu.
Sedangkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dedi Fariadi, MPd, mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa relawan di tengah masyarakat Gampong Cot Manyang merupakan bukti nyata kepedulian warga kampus terhadap pemulihan pascabencana di Aceh. Di samping kegiatan tersebut juga wujud dari realisasi salah satu tuntutan dari tridarma perguruan tunggi.
“Mahasiswa tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membawa nilai edukasi, empati, dan kepedulian sosial. Saya berharap semangat pengabdian seperti ini terus dijaga dan menjadi bekal mahasiswa di masa depan,” pungkasnya.[FZL]