
UNIMALNEWS | Reuleut - Universitas Malikussaleh menggelar Workshop Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri (IKU PTN), Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Pengukuran Kinerja dan Review Rencana Strategis (Renstra) Universitas Malikussaleh tahun 2025-2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Rektorat, Kampus Reuleut, Aceh Utara, Rabu (22/4/2026).
Para peserta terdiri dari para pimpinan di lingkungan Universitas Malikussaleh.
Fasilitator pada kegiatan ini adalah Muhammad Antoni Fauzi, Ketua tim akuntabilitas dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Azhari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang dilakukan agar Unimal mampu lebih baik lagi melaporkan IKU, SAKIP, Pengukuran Kinerja dan Renstra.
"Dalam hal ini, kita harus menyamakan persepsi terkait ini. Kita harus menyesuaikan aturan-aturan yang berlaku sekarang terhadap dokumen-dokumen yang kita miliki, sehingga kegiatan workshop ini sangat penting kita selenggarakan," terangnya.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, Informasi, dan Kerja Sama, Dr T. Nazaruddin.
Ia mengatakan bahwa workshop ini digelar selama dua hari. "Hari ini kita laksanakan untuk pimpinan di tingkat universitas dan insya Allah, besok tanggal 23 April 2026 juga dilaksanakan di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah untuk pimpinan tingkat fakultas," ujarnya.
T. Nazaruddin menyampaikan gambaran singkat terkait dengan laporan IKU, SAKIP, dan Renstra Unimal yang telah disiapkan sebelumnya.
Sementara itu, Muhammad Antoni Fauzi selaku fasilitator menyampaikan materinya terkait IKU, SAKIP dan Renstra.
"IKU merupakan instrument Utama peningkatan mutu dan akuntabilitas perguruan tinggi negeri. Melalui 12 indikator kinerja, perguruan tinggi dapat mengukur dan meningkatkan kualitas Pendidikan, riset, dan tata Kelola secara terstruktur dan terukur," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa perlunya dorongan kolaborasi, inovasi dan integritas akademik sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global.
"Maka setiap indicator dirancang untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi," sebutnya.
Tambahnya, kinerja unggul, inovasi berdampak dan tata Kelola berintegrasi merupakan bagian penting yang harus diperhatikan.
"Oleh karenanya kita harus berkomitmen secara bersama untuk mewujudkan perguruan tinggi yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Antoni. [fzl]