LingKA Unimal Gelar Pelatihan MC dan Moderator

SHARE:  

Humas Unimal
LingKA Unimal Gelar Pelatihan MC dan Moderator. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Bukit Indah - Himpunan Mahasiswa Jurusan Lingkaran Kerabat Antropologi (LingKA) menggelar pelatihan Master of Ceremonies (MC) dan langkah menjadi moderator, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan itu dibuka oleh Koordinator Prodi Antropologi, Richa Meliza MAnt dan diikuti oleh 40 mahasiswa Prodi Antropologi.

Turut hadir pada kesempatan itu Ketua Jurusan Antropologi dan Sosiologi Ade Ikhsan Kamil MA, dan dua dosen penilai praktik, Dr Pangeran PPA Nasution serta Awaludin Arifin MIKom.

Dalam sambutannya, Richa Meliza menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk melatih skil komunikasi dan tampil di depan umum.  

"Sebagai mahasiswa Antropologi, kemampuan berkomunikasi dan memfasilitasi diskusi merupakan keterampilan yang sangat penting," ucapnya.

Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Nasa Arifin Lubis, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi yang membawakan materi mengenai teknik MC dan Desy Fatmasari, mahasiswa Prodi Administrasi Publik yang menyampaikan materi tentang teknik moderasi forum dan diskusi.

Nasa selaku pemateri pertama dalam paparannya memulai dengan perbedaan mendasar antara MC dan moderator, teknik vokal, artikulasi, gestur tubuh serta penguasaan panggung. 

"Seorang MC harus memperhatikan postur tubuhnya dan control pernapasan dalam menghasilkan suara yang jelas dan meyakinkan ketika memandu acara," ungkapnya.

Pemateri kedua, Desy memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali latar belakang pemateri yang dibawa ketika menjadi seorang moderator.

"Kita harus mampu menyusun pengantar yang relevan dengan audien, membangun suasana diskusi yang interaktif serta kita juga harus dapat mengontrol dan mengelola jalannya forum secara efektif," terangnya.

"Moderator tidak hanya bertugas memandu acara, tetapi juga menjembatani komunikasi antara pemateri dan audiens," tambahnya.

Sementara itu, Ketua umum LingKA, Firza Aprianda Sembiring, mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa Antropologi dalam bidang komunikasi publik dan pengelolaan forum akademik.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung agar mahasiswa lebih siap tampil sebagai MC maupun moderator dalam berbagai kegiatan akademik dan organisasi,” ujarnya.

Katanya, momen yang paling menarik dalam kegiatan tersebut adalah sesi simulasi praktik. 

"Peserta diberikan kesempatan untuk tampil secara langsung sebagai MC maupun moderator di hadapan peserta lainnya," ujarnya.

Setelah simulasi berlangsung, peserta mendapatkan evaluasi dan masukan langsung dari para pemateri serta tim penilai praktik yang hadir sebagai evaluator.

"Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dan diskusi interaktif muncul dalam setiap sesi, menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan public speaking dan kepemimpinan forum," tutupnya. [fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar