UKM Creative Minority Unimal Bekali Mahasiswa Keterampilan Analisis Data melalui SPSS Insight Class 2026

SHARE:  

Humas Unimal
UKM Creative Minority Unimal Bekali Mahasiswa Keterampilan Analisis Data melalui SPSS Insight Class 2026

UNIMALNEWS | Lhokseumawe — Kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di era digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Studi Mahasiswa (UKM KSM) Creative Minority Universitas Malikussaleh (Unimal) melalui Divisi Penelitian menggelar SPSS Insight Class 2026 di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Rabu (22/7/2026).

Mengusung tema "Achieving Research Excellence: Empowering Research with SPSS and Data Analysis", pelatihan ini menghadirkan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh, Fahmy Azhari, S.E., M.S.M., sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data penelitian menggunakan perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS).

Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Selain mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar analisis data, peserta juga mengikuti praktik langsung pengolahan data menggunakan SPSS yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif untuk memperdalam pemahaman terhadap teknik analisis statistik.

Dalam pemaparannya, Fahmy menjelaskan bahwa SPSS bukan sekadar aplikasi pengolah angka, melainkan perangkat analisis yang berperan penting dalam menghasilkan temuan penelitian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"SPSS digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasikan data dalam menjawab pertanyaan penelitian kita," ujarnya.

Menurut Fahmy, penguasaan perangkat analisis data merupakan keterampilan yang akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja. Hampir seluruh bidang profesi, baik akademik, pemerintahan, dunia usaha maupun sektor swasta, kini membutuhkan kemampuan mengolah data sebagai dasar pengambilan keputusan.

"Ke mana pun nanti adik-adik berkarier setelah lulus kuliah—baik menjadi akademisi, birokrat, profesional di perusahaan, maupun pengusaha—kemampuan menggunakan SPSS akan tetap dibutuhkan karena membantu mengolah dan menganalisis data sosial," jelasnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan analisis data secara mandiri melalui berbagai sumber pembelajaran yang tersedia, serta aktif melakukan penelitian sebagai upaya memperkuat budaya akademik dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.

Pelatihan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam berbagi ilmu kepada peserta.[]


Kirim Komentar