Dosen Unimal Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Hilirisasi Kopi Gayo dan Pisang Cavendish

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Unimal perkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui hilirisasi kopi Gayo dan pisang cavendish. Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Bener Meriah – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Malikussaleh melaksanakan Program Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) Tahun Ketiga yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

Program ini difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui hilirisasi komoditas Kopi Arabika Gayo dan Pisang Cavendish yang berada di Desa Alur Gading, Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah yang berlangsung selama satu tahun.

Program tersebut menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Maju dan Koperasi Bukit Diana Makmur sebagai mitra utama. Selain meningkatkan kapasitas produksi, kegiatan ini juga mendorong pengembangan produk olahan bernilai tambah, pemanfaatan teknologi, serta penguatan pemasaran digital.

Tim PkM ini terdiri dari Dr Mursyidin dan Ainol Mardhiah dari Universitas Malikussaleh, serta Mustafa Kamal dan Herdian Saputra dari Universitas Teuku Umar. Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa melalui skema pembelajaran di luar kampus.

Ketua tim, Dr Mursyidin, menjelaskan bahwa tahun ketiga pelaksanaan program menjadi fase pemantapan menuju kemandirian usaha melalui penguatan teknologi produksi, pemasaran digital, legalitas usaha, serta diversifikasi produk olahan.

"Selama dua tahun terakhir, kami telah membangun fondasi kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkenalkan teknologi, serta membuka akses pasar bagi kelompok mitra," ujarnya pada rilis yang diterima Unimalnews, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, fokus utama tahun ini adalah memperkuat hilirisasi sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah, melainkan mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.

"Kami ingin masyarakat mampu menghasilkan produk yang siap bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Inilah bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal," katanya.

Selain aspek ekonomi, program ini juga mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender dalam tata kelola usaha. Perempuan dan laki-laki didorong memiliki kesempatan yang sama dalam proses produksi, pengambilan keputusan, pengelolaan usaha, hingga pemasaran.

"Kesetaraan peran dalam kelompok usaha diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat keberlanjutan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Pada tahun ketiga pelaksanaan, tim menghadirkan sejumlah peralatan olahan berupa mesin roasting kopi, mesin pengemasan modern, pemanfaatan energi surya (solar panel), penyediaan akses internet berbasis Starlink untuk mendukung pemasaran digital, serta pendampingan pengurusan sertifikasi halal dan Persetujuan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

"Peralatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus menekan biaya produksi," sebutnya.

"Program ini juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi sedikitnya 20 persen, kenaikan penjualan produk olahan hingga 25 persen, perluasan pemasaran digital, serta meningkatnya keterlibatan perempuan dalam struktur kepengurusan dan pengambilan keputusan kelompok usaha," tambah Mursyidin.

Sementara itu, Ketua KWT Karya Maju, Mariani, mengapresiasi pendampingan Universitas Malikussaleh yang telah berlangsung selama tiga tahun. Menurutnya, program tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas kelompok dalam mengelola usaha berbasis potensi lokal.

"Pendampingan dari Universitas Malikussaleh sangat membantu kami, mulai dari peningkatan keterampilan mengolah kopi dan pisang, pengelolaan usaha, hingga pemasaran produk. Dengan dukungan teknologi dan pembinaan yang berkelanjutan, kami semakin percaya diri menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut agar kelompok kami semakin mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota," tutupnya. [fzl]


Berita Lainnya

Kirim Komentar