
UNIMALNEWS | Medan – Inovasi material ramah lingkungan berbasis sumber daya terbarukan menjadi salah satu perhatian dalam The 8th Annual Conference of Engineering and Implementation on Vocational Education (ACEIVE) 2026 di Medan. Dalam konferensi internasional tersebut, peneliti Universitas Malikussaleh (Unimal) memaparkan pengembangan plastik biodegradable berbasis pati talas yang berpotensi menjadi alternatif material plastik konvensional.
Paparan tersebut disampaikan Dr. Ir. Rozanna Dewi M.Sc IPM, Koordinator Program Studi Magister Teknik Energi Terbarukan Fakultas Teknik Unimal sekaligus peneliti PUI-PT TechnoPlast Unimal, sebagai salah satu keynote speaker ACEIVE 2026.
Konferensi yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan (Unimed) itu berlangsung di Emerald Garden International Hotel, Medan, Kamis (17/9/2026), secara hybrid. Kegiatan mengangkat tema “Integrating Engineering, Education, Community Well-Being, and Nutrition for Sustainable Climate Resilience”.
Dalam forum tersebut, Rozanna membawakan materi berjudul “Sustainable Biomaterials: Integrating Taro Starch-Based Plastics into Global Food Security and Climate Mitigation Strategies”. Materi ini menyoroti pemanfaatan pati talas sebagai bahan dasar pengembangan biomaterial yang dipadukan dengan Polylactic Acid (PLA) dan Maleic Anhydride (MA).
Pengembangan tersebut diarahkan untuk menghasilkan material yang memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat menjadi salah satu alternatif terhadap plastik berbasis bahan konvensional. Penelitian juga melihat potensi pemanfaatan sumber daya terbarukan dalam pengembangan material yang lebih berkelanjutan.
Dalam paparannya, Rozanna menguraikan sejumlah karakteristik material yang dikembangkan, antara lain sifat mekanik, ketahanan terhadap air, stabilitas termal, serta kemampuan material untuk mengalami biodegradasi.
Menurutnya, pengembangan biomaterial berbasis pati dari sumber daya terbarukan merupakan salah satu bidang riset yang penting dalam menjawab tantangan lingkungan. Pemanfaatan bahan berbasis biomassa tidak hanya berkaitan dengan pengembangan material baru, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung inovasi berkelanjutan.
Riset tersebut sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara pengembangan material, isu perubahan iklim, dan kebutuhan terhadap inovasi teknologi yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.
ACEIVE 2026 sendiri mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai rekayasa, pendidikan vokasi, teknologi, kesejahteraan masyarakat, serta inovasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kegiatan dibuka Wakil Rektor I Universitas Negeri Medan, Dr. Abil Mansyur M.Si. Selain Rozanna, konferensi juga menghadirkan Prof. Dr. Ir. Mohd Fairusham G. dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah, Malaysia; Dr. Chiara Murgia dari University of Melbourne, Australia; serta Dr. Vandith Va, Deputy Director pada Ministry of Industry, Science, Technology & Innovation.
Kehadiran peneliti Unimal dalam forum internasional tersebut turut membuka ruang pertukaran pengetahuan dan penguatan jejaring akademik. Selain memperkenalkan hasil riset biomaterial, partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peluang kolaborasi penelitian lintas institusi dan negara.[]