Dosen Fisipol Unimal Perkuat Desa Tangguh Bencana di Reuleut Timu

SHARE:  

Humas Unimal
Dosen Fisipol Unimal Perkuat Desa Tangguh Bencana di Reuleut Timu, Foto: Ist.

UNIMALNEWS | Reuluet – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan “Desa Tangguh Bencana: Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Risiko Bencana” di Gampong Reuleut Timue, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (13/9/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota tim pengabdian, Sekretaris Gampong, Satgas bencana Gampong, tokoh pemuda dan ibu-ibu rumah tangga. 

Kegiatan ini merupakan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana, khususnya bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di wilayah Aceh Utara.

Ketua tim pengabdian Subhani PhD menjelaskan bahwa masyarakat Gampong Reuleut Timu merupakan kelompok yang berada paling dekat dengan sumber risiko bencana. 

"Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan gampong," terangnya.

Ia juga mengatakan perlu adanya Gampong Tangguh Bencana, karena bukan hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi bencana ketika bencana terjadi, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengenali risiko, melakukan pencegahan, membangun kesiapsiagaan dan memulihkan kondisi setelah bencana.

"Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih siap, tanggap, mandiri, dan resilien dalam menghadapi berbagai risiko bencana, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang aman dan tangguh terhadap bencana," ujarnya.

Dr Fazil selaku narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan peserta diajak mengidentifikasi potensi risiko bencana yang terdapat di lingkungan Gampong Reuleut Timu. 

Menurutnya, pemetaan risiko dilakukan dengan menggali pengetahuan dan pengalaman masyarakat mengenai kondisi lingkungan, titik rawan, kelompok rentan serta berbagai sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi bencana.

“Masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai konsep pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan masyarakat, identifikasi potensi bahaya, mitigasi bencana hingga pentingnya membangun sistem penanggulangan bencana berbasis masyarakat,” paparnya.

Anggota tim pengabdian ini adalah Prof M.Nazaruddin, Rizki Yunanda MSos, Asmaul Husna MIKom dan Awaluddin Arifin MIKom. []


Berita Lainnya

Kirim Komentar