
UNIMALNEWS | Idi - Dosen Universitas Malikussaleh berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan riset dengan judul “Community-Based Green Retrofit and Healthy Housing Adaptation for Climate Resilience in Coastal Settlement of Kuala Simpang Ulim, East Aceh, Indonesia".
Penelitian tersebut merupakan bagian dari program Climate Catalytic Fund (CCF) yang bersumber dari International Organization for Migration (IOM) Indonesia.
Turut terlibat dalam riset ini adalah Dr Muhammad Iqbal dan Dr Atthaillah dari Program Studi Arsitektur, Rahmatun Maula MT dan Dewi Fitria Marlisa MT dari Program Studi Teknik Lingkungan, Qanitatul Isra Qamal MPWK dan Abdul Razak Nawaf MURP dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota.
Bersama peneliti dari ITB, mereka melibatkan pendekatan multidisiplin yang memadukan aspek arsitektur, lingkungan dan perencanaan wilayah dan kota.
Abdul Razak Nawaf, salah satu tim dari Unimal menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diarahkan untuk memahami kondisi hunian dan lingkungan masyarakat pesisir serta merumuskan strategi adaptasi yang sesuai dengan karakteristik lokal dan kebutuhan masyarakat.
"Pendekatan community-based green retrofit digunakan karena upaya meningkatkan ketahanan hunian terhadap perubahan iklim dan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik bangunan, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi lingkungan, perilaku, kemampuan serta kebutuhan masyarakat yang tinggal di dalamnya," jelasnya melalui rilis yang diterima Unimalnews, Selasa (11/8/2026).
Ia juga mengatakan Green retrofit tidak hanya berbicara mengenai perbaikan fisik rumah, tetapi bagaimana intervensi tersebut dapat meningkatkan kualitas hunian, kesehatan lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya, sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko perubahan iklim.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi penting karena kawasan pesisir memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dengan kawasan perkotaan lainnya.
“Dengan melibatkan masyarakat sejak proses identifikasi permasalahan hingga penyusunan rekomendasi, solusi yang dihasilkan diharapkan tidak bersifat generik, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi lokal dan lebih memungkinkan untuk diterapkan serta dipertahankan oleh masyarakat,” ujarnya.
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat tidak hanya pada peningkatan kualitas dan kesehatan hunian, tetapi juga pada penguatan ketahanan masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
"Kami menargetkan hasil penelitian ini dapat menghasilkan identifikasi kondisi dan permasalahan hunian serta lingkungan, rekomendasi strategi green retrofit serta model atau arahan adaptasi hunian sehat yang dapat diterapkan pada kawasan pesisir dengan karakteristik serupa," terangnya.
Lebih lanjut, Razak berharap hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan maupun program peningkatan kualitas hunian dan lingkungan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
“Harapannya, hasil penelitian ini tidak berhenti pada rekomendasi akademik, tetapi dapat menjadi dasar untuk pengembangan intervensi yang nyata bagi masyarakat. Ke depan, pendekatan yang dihasilkan dapat direplikasi dan dikembangkan pada kawasan pesisir lainnya yang menghadapi tantangan perubahan iklim dan persoalan kualitas hunian,” tutup Razak. [fzl]