
UNIMALNEWS | Lhoksukon - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh Kelompok 27 melakukan pemetaan lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gampong Lhok Jok, Kabupaten Aceh Utara.
Mereka mendaftarkan UMKM masyarakat ke dalam platform Google Maps sebagai solusi atas minimnya visibilitas dan jejak digital pelaku usaha lokal yang selama ini menghambat potensi perluasan pasar.
Ketua kelompok, Arif Darmawan Tambunan mengatakan, rata-rata usaha masyarakat yang didaftarkan merupakan warung kelontong, kedai kopi serta warung campuran yang menyediakan makanan dan kebutuhan sehari-hari.
"Usaha mereka sebelumnya hanya mengandalkan pelanggan dari masyarakat sekitar, kini mereka kita buatkan titik lokasi resmi dan terintegrasi di ruang digital, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas," ungkapnya melalui rilis yang diterima Unimalnews, Rabu (12/8/2026).
Untuk memastikan UMKM tersebut terdigitalisasi dengan baik, mahasiswa melakukan serangkaian langkah sistematis, mulai dari observasi dan pendataan langsung (wawancara produk), penentuan titik koordinat (pinpoint) yang akurat di Google Maps, hingga melengkapi informasi dengan mengunggah foto produk dan mencantumkan jam operasional.
"Langkah ini terbukti sangat efektif dalam menjawab tantangan di lapangan, terutama untuk menjembatani keterbatasan sebagian pemilik UMKM yang belum memiliki fasilitas perangkat pintar (smartphone), sehingga mereka tetap bisa go-digital tanpa terkendala proses verifikasi kepemilikan bisnis yang rumit," sebut Arif.
Arif juga mengatakan bahwa digitalisasi saat ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi UMKM desa.
"Banyak warung atau kedai di Gampong Lhok Jok yang sangat potensial untuk disinggahi, namun kesulitan menjangkau pelanggan luar karena lokasinya tidak diketahui," jelasnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wheny Utariningsih MSi mengatakan bahwa digitalisasi sangat penting untuk meruntuhkan batasan geografis tersebut.
"Sasaran program ini dapat terciptanya kemudahan navigasi bagi masyarakat luar atau pendatang yang mencari tempat makan, ngopi atau membeli kebutuhan sehari-hari, yang pada akhirnya diharapkan dapat mendongkrak pendapatan warga setempat," tutupnya. [fzl]