
UNIMALNEWS | Yala — Universitas Malikussaleh (Unimal) memperluas jejaring internasional melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional, promosi pendidikan, dan penjajakan kerja sama akademik di Yala dan Pattani, Thailand Selatan, 28–30 Juli 2026.
Rangkaian kunjungan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghasilkan tiga nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Islamic Patana School, Muhammadiyah Thailand, dan Suntisart Wittaya School. Selain itu, Unimal juga membuka peluang kerja sama akademik dengan Fatoni University.
Delegasi Unimal dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Azhari M.Sc, bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Alfian M.A., serta Ikhyanuddin M.Acc., dan Zarkasyi M.H.I. Kegiatan tersebut didanai Universitas Malikussaleh dan mendapat dukungan dari sejumlah mitra di Thailand Selatan.
Selama kunjungan, delegasi mendatangi Islamic Council of Yala Province, Islamic Patana School, Islam Sasn Withya School, Fatoni University, Islamic Lukmanul Hakim School bersama Muhammadiyah Thailand, serta Suntisart Wittaya School.
Agenda yang dijalankan meliputi pertemuan kelembagaan, sosialisasi pendidikan, presentasi profil Unimal, informasi beasiswa, diskusi dengan siswa dan guru, hingga penjajakan kerja sama akademik.
Kunjungan pertama dilakukan ke Islamic Council of Yala Province pada Selasa (28/7). Delegasi diterima Ketua Islamic Council of Yala Province, Abu Basit Jema, bersama Sekretaris Dr. Andes Abdul Hadi, Dr. Abdul Hafiz, dan sejumlah anggota lembaga tersebut.
Pertemuan membahas hubungan historis dan keagamaan antara Aceh dengan masyarakat Yala dan Pattani. Kedua pihak melihat pendidikan sebagai salah satu jalur strategis untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus membangun kerja sama kelembagaan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Azhari memaparkan profil Unimal, fakultas dan program studi yang tersedia, fasilitas pendidikan, serta peluang melanjutkan studi bagi generasi muda Thailand Selatan.
Delegasi juga mengundang pimpinan Islamic Council of Yala Province untuk melakukan kunjungan balasan ke Aceh dan Universitas Malikussaleh sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kedua lembaga.
Pada hari kedua, delegasi melanjutkan kunjungan ke Islamic Patana School di Pattani. Tim diterima Ketua Yayasan Islamic Patana School, Haji Mahmud bin Haji Hussein Wanah, beserta jajaran pimpinan dan guru.
Islamic Patana School merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan mulai tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas dan memiliki sekitar 2.500 peserta didik.
Sosialisasi Unimal di sekolah tersebut diikuti sekitar 100 siswa dan 15 guru. Delegasi memperkenalkan berbagai program studi, fasilitas asrama bagi mahasiswa internasional, kegiatan kemahasiswaan, lingkungan pendidikan keagamaan di sekitar kampus, serta peluang memperoleh beasiswa.
Pihak Islamic Patana School menyampaikan rencana mendorong sekitar 20 lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Malikussaleh pada 2027.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan MoU antara Unimal dan Islamic Patana School. Kerja sama ini menjadi landasan untuk melanjutkan promosi pendidikan, pertukaran informasi, serta pendampingan bagi calon mahasiswa dari Thailand Selatan.
Dari Islamic Patana School, delegasi melanjutkan kunjungan ke Islam Sasn Withya School yang memiliki sekitar 800 siswa. Karena para siswa sedang mengikuti kegiatan di luar sekolah, sosialisasi disampaikan kepada Wakil Kepala Sekolah Ustad Muhtaram Saleah bersama sejumlah guru.
Delegasi menyerahkan brosur dan menyampaikan informasi mengenai program studi serta peluang beasiswa di Universitas Malikussaleh.
Agenda internasional Unimal juga menyentuh sektor pendidikan tinggi melalui kunjungan ke Fatoni University. Delegasi diterima Rektor Fatoni University, Prof. Ismail Lutfi Chapakia, bersama jajaran wakil rektor dan pimpinan universitas.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama, di antaranya pertukaran mahasiswa dan dosen, kerja sama antarprogram studi, kebutuhan tenaga pengajar bidang Akuntansi untuk jenjang sarjana dan magister, hingga kemungkinan pengembangan program double degree.
MoU antara Unimal dan Fatoni University belum ditandatangani karena masih membutuhkan pembahasan internal. Meski demikian, kedua universitas sepakat melanjutkan komunikasi untuk merumuskan bentuk kerja sama yang dapat diimplementasikan oleh fakultas dan program studi terkait.
Pada Kamis (30/7), delegasi Unimal bertemu Ketua Muhammadiyah Thailand, Dr. Abdul Hafiz Hile, di Islamic Lukmanul Hakim School, Yaha, Provinsi Yala.
Pertemuan membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Dr. Abdul Hafiz Hile menyatakan kesediaannya membantu menjaring dan merekomendasikan lima calon mahasiswa dari Thailand Selatan untuk mengikuti seleksi beasiswa di Universitas Malikussaleh.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan penandatanganan MoU antara Unimal dan Muhammadiyah Thailand.
Sebagai tindak lanjut, Muhammadiyah Thailand merencanakan kunjungan balasan ke Aceh dan Universitas Malikussaleh pada akhir Februari 2027. Rombongan diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang yang terdiri atas tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga dari Pattani, Yala, dan Narathiwat.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan sosialisasi di Suntisart Wittaya School, Yala. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 siswa kelas akhir dan para guru.
Delegasi memutar video profil Unimal, membagikan brosur, serta menjelaskan program akademik, fasilitas kampus, kegiatan kemahasiswaan, dan rencana beasiswa bagi calon mahasiswa dari Thailand Selatan.
Suntisart Wittaya School memiliki sekitar 1.500 siswa jenjang menengah dengan sistem pendidikan berasrama yang memadukan pendidikan agama dan pelajaran umum. Salah seorang lulusan sekolah tersebut diketahui telah melanjutkan pendidikan di Universitas Malikussaleh.
Kegiatan di Suntisart Wittaya School ditutup dengan penandatanganan MoU, pertukaran cenderamata, dan foto bersama.
Dengan penandatanganan tersebut, rangkaian kunjungan Unimal di Thailand Selatan menghasilkan tiga MoU, yakni dengan Islamic Patana School, Muhammadiyah Thailand, dan Suntisart Wittaya School.
Dr. Azhari mengatakan seluruh hasil kunjungan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi penerimaan mahasiswa internasional, pendampingan calon penerima beasiswa, serta penyusunan program kerja bersama para mitra.
“Kerja sama ini akan kami tindak lanjuti, baik dalam penerimaan mahasiswa internasional, pendampingan calon penerima beasiswa maupun pengembangan program bersama mitra,” ujar Azhari.
Menurutnya, Unimal juga akan melanjutkan pembahasan kerja sama akademik dengan Fatoni University serta mempersiapkan kunjungan balasan delegasi dari Thailand Selatan ke Aceh pada 2027.[]