
UNIMALNEWS | Kuta Makmur – Mendorong lahirnya peluang usaha baru di tingkat gampong, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 49 menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring ekonomis bersama ibu-ibu di Desa Babah Lueng, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Meunasah Babah Lueng tersebut bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar mampu memproduksi kebutuhan pembersih rumah tangga secara mandiri dengan biaya terjangkau.
Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pelatihan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang usaha rumahan. Mahasiswa KKN memperkenalkan proses pembuatan sabun cuci piring secara langsung, mulai dari tahapan pencampuran bahan hingga menghasilkan produk yang siap digunakan.
Sekretaris Desa Babah Lueng, Marzaini, mengapresiasi program yang digagas mahasiswa KKN Kelompok 49. Menurutnya, pelatihan tersebut memiliki manfaat langsung karena berkaitan erat dengan kebutuhan rumah tangga masyarakat.
“Proses pembuatannya diajarkan secara langsung dengan langkah-langkah yang praktis dan hemat biaya. Selain bisa memangkas pengeluaran belanja rumah tangga, keterampilan ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan ibu-ibu di desa,” ujarnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga maupun masyarakat Desa Babah Lueng.
Ketua KKN Kelompok 49, Ilham Hari Yahya, mengatakan pelatihan tersebut sengaja dirancang dengan metode sederhana agar masyarakat dapat mempraktikkannya kembali secara mandiri di rumah.
“Tujuan utama kita sederhana, ingin mengajak warga melihat peluang bisnis dari hal-hal kecil yang ada di sekitar. Harapannya, sabun buatan ibu-ibu nantinya tidak hanya digunakan sendiri, tetapi juga bisa dikemas dengan menarik dan dijual untuk menambah pemasukan keluarga,” kata Ilham.
Menurutnya, keterampilan membuat produk kebutuhan rumah tangga dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha skala kecil. Dengan pengemasan dan pemasaran yang tepat, produk tersebut berpeluang menjadi salah satu produk unggulan yang diproduksi dari tingkat gampong.[]