Mahasiswa KKN Unimal Gelar Bimbingan Belajar dan Mengaji bagi Anak Desa Babah Lueng

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa KKN Unimal Gelar Bimbingan Belajar dan Mengaji bagi Anak Desa Babah Lueng

UNIMALNEWS | Kuta Makmur – Kepedulian terhadap pendidikan dasar dan pembinaan karakter anak ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 49 melalui program bimbingan belajar dan mengaji bagi anak-anak Desa Babah Lueng, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan yang digelar di Meunasah Desa Babah Lueng, Kamis (13/8/2026), tersebut menjadi agenda rutin mahasiswa KKN setiap sore, Senin hingga Kamis. Program ini mendapat sambutan positif dari puluhan anak yang antusias mengikuti kegiatan setelah jam sekolah.

Bimbingan belajar yang diberikan mencakup kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Di sisi lain, mahasiswa juga mendampingi anak-anak dalam kegiatan mengaji, terutama untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta meningkatkan hafalan surah-surah pendek.

Ketua KKN Kelompok 49, Ilham Hari Yahya, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi anak-anak sejak usia dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga agar semangat belajar dan mengaji anak-anak ini tidak padam, bahkan setelah masa KKN kami berakhir nanti,” ujar Ilham.

Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus sesuai dengan kemampuan peserta, mahasiswa mengemas kegiatan secara interaktif dan ramah anak. Para peserta juga dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil berdasarkan tingkat kemampuan dan pemahaman masing-masing.

Pembagian kelompok tersebut membuat proses pendampingan menjadi lebih efektif. Anak-anak dapat memperoleh materi sesuai dengan kebutuhan mereka, sementara mahasiswa lebih mudah memberikan perhatian dan bimbingan secara personal.

Sekretaris Desa Babah Lueng, Marzaini, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 49. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru bagi kegiatan pendidikan anak-anak di desa sekaligus mendorong mereka untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif.

Ia menilai program tersebut tidak hanya membantu anak-anak memahami pelajaran sekolah, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk memperdalam pendidikan agama dan membangun kebiasaan belajar sejak dini.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar