
UNIMALNEWS | Kuta Makmur – Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 49 menggelar sosialisasi kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) di Desa Babah Lueng, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan bertema “Pengenalan Cara Menyikat Gigi yang Benar” tersebut menjadi bagian dari kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini. Sosialisasi melibatkan mahasiswa KKN Kelompok 49, guru, serta anak-anak TK setempat.
Dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, mahasiswa memperkenalkan pentingnya menjaga kebersihan gigi sekaligus mengajarkan teknik menyikat gigi yang tepat. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung gerakan menyikat gigi.
Salah seorang mahasiswa KKN Kelompok 49, Anisa, mengatakan edukasi mengenai kesehatan gigi perlu diperkenalkan sejak usia dini agar anak-anak terbiasa merawat kebersihan gigi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak dapat memahami pentingnya menyikat gigi dengan benar dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari. Kami juga ingin menyampaikan edukasi kesehatan dengan cara yang menyenangkan agar mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak,” ujar Anisa.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan alasan pentingnya menyikat gigi secara rutin. Anak-anak kemudian diperkenalkan pada bagian-bagian gigi yang harus dibersihkan agar tidak ada bagian yang terlewat.
Mahasiswa selanjutnya memperagakan teknik menyikat gigi secara bertahap, mulai dari membersihkan bagian depan, belakang, hingga permukaan gigi. Gerakan tersebut kemudian diikuti anak-anak secara bersama-sama dengan pendampingan mahasiswa dan guru.
Suasana kegiatan berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap arahan dan berusaha mempraktikkan gerakan menyikat gigi sesuai dengan contoh yang diberikan.
Mahasiswa memilih menggunakan bahasa sederhana agar materi dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak. Pendekatan melalui praktik langsung juga membuat kegiatan terasa seperti aktivitas bermain sehingga peserta tidak cepat bosan.
Para guru TK turut memberikan dukungan dengan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Kehadiran guru membantu mahasiswa dalam mengarahkan peserta sekaligus menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Pengenalan kebiasaan menjaga kebersihan gigi tidak cukup hanya melalui penyampaian materi. Anak-anak perlu diberikan contoh dan kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung agar kebiasaan tersebut lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.[]