
UNIMALNEWS | Krueng Geukueh - Tumpukan daun dan tanaman yang selama ini tumbuh di sekitar rumah warga Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, disulap menjadi karya kreatif bernilai guna. Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 21 Universitas Malikussaleh (Unimal) mengajak remaja dan ibu-ibu desa tersebut membuat tas dengan teknik eco print, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Meningkatkan Kreativitas Masyarakat melalui Pemanfaatan Tanaman dan Daun sebagai Bahan Eco Print” itu menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengenalkan pemanfaatan bahan alam sebagai media kreativitas yang sederhana, hemat, sekaligus ramah lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, warga diajak melihat potensi tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitar dari sudut pandang berbeda. Daun yang sebelumnya hanya dianggap sebagai bagian dari tumbuhan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan motif alami pada permukaan tas.
Ketua KKN-PPM Kelompok 21, Yudha Quarta Prasetya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi alam di sekitar menjadi produk yang memiliki nilai guna.
“Kami mengajak warga memanfaatkan daun dan tanaman yang ada di sekitar sebagai bahan hiasan tas, sehingga hasil alam yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan lebih kreatif dan ramah lingkungan,” ujar Yudha.
Proses pembuatan tas eco print dilakukan secara sederhana. Peserta terlebih dahulu mengumpulkan dan memilih daun atau tanaman yang memiliki bentuk serta tekstur menarik. Daun kemudian disusun di atas permukaan tas sesuai dengan pola yang diinginkan.
Setelah posisi daun ditentukan, peserta melakukan proses pencetakan dengan mengetuk permukaan daun secara perlahan menggunakan alat. Proses tersebut memungkinkan zat alami dari daun berpindah dan membentuk motif pada kain tas.
Tas yang telah melalui proses pencetakan kemudian dikeringkan. Tahap berikutnya dilakukan dengan merendam tas selama sekitar 15 menit dalam larutan air yang telah dicampur bubuk tawas. Setelah itu, tas kembali dijemur hingga kering dan siap digunakan.
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa KKN-PPM Kelompok 21 bersama remaja dan ibu-ibu Desa Meunasah Krueng. Ibu Khadijah, istri Keuchik Desa Meunasah Krueng, dan Ibu Salamah, istri Sekretaris Desa, turut hadir mengikuti sekaligus menyaksikan proses pembuatan tas.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Amru Usman, S.E., Ak., M.Sc., juga hadir memberikan arahan serta memantau pelaksanaan kegiatan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat.
Ibu Khadijah menyambut positif kegiatan yang melibatkan remaja dan ibu-ibu tersebut. Menurutnya, kegiatan eco print memberikan pengalaman baru sekaligus membuka ide bagi warga untuk mengolah bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang menarik.
“Tas yang dibuat menjadi cantik, dan kegiatan seperti ini memberikan ide baru bagi warga untuk memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif memilih daun, bereksperimen dengan susunan motif, hingga mengikuti proses pencetakan pada tas.
Setiap tas menghasilkan motif yang berbeda karena dipengaruhi bentuk, tekstur, dan jenis daun yang digunakan. Perbedaan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri karena membuat setiap produk memiliki karakter dan keunikan masing-masing.[]