Mahasiswa KKN Unimal Dampingi Lima UMKM di Nisam Perkuat Branding Usaha

SHARE:  

Humas Unimal
Mahasiswa KKN Unimal Dampingi Lima UMKM di Nisam Perkuat Branding Usaha

UNIMALNEWS | Krueng Geukueh — Lima pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, mendapat pendampingan branding dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) ke-39 Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 5, Jumat (28/8/2026).

Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memperkuat identitas usaha dan produk agar lebih mudah dikenali masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat melalui penguatan aspek pemasaran dan identitas visual.

Kelima UMKM yang menjadi sasaran pendampingan bergerak di berbagai bidang, yakni toko kelontong, kerajinan kayu, minuman herbal, permen berbahan dasar air kelapa, serta warung kopi. Keberagaman usaha tersebut menunjukkan potensi ekonomi masyarakat desa yang cukup beragam dan dapat terus dikembangkan.

Program branding berawal dari survei yang dilakukan mahasiswa selama menjalankan kegiatan KKN di Desa Meunasah Rayeuk. Dari hasil pengamatan, mahasiswa menemukan sejumlah pelaku usaha yang telah memiliki produk dan pelanggan, tetapi belum mempunyai identitas visual yang kuat.

Beberapa usaha bahkan belum memiliki label produk yang dapat menjadi penanda sekaligus pembeda dengan produk sejenis. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar produk UMKM memiliki daya tarik dan lebih mudah diingat konsumen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, mahasiswa kemudian memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Dari lima UMKM yang didampingi, empat di antaranya mendapatkan bantuan pembuatan banner, sedangkan dua UMKM memperoleh bantuan pembuatan maupun perbaikan label produk.

Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya membuat desain secara sepihak. Setiap desain disesuaikan dengan karakter usaha, jenis produk, serta informasi yang ingin ditampilkan oleh pemilik UMKM. Mahasiswa juga berdiskusi langsung dengan pelaku usaha untuk memastikan hasil branding dapat digunakan secara praktis dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Pendampingan tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Nuryani, pemilik usaha minuman herbal Nahjan NY, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN, terutama dalam memperbaiki tampilan usahanya melalui pembuatan banner dan penyempurnaan label produk.

Ia berharap identitas baru tersebut dapat membantu usahanya semakin dikenal masyarakat dan memberikan kesan yang lebih menarik bagi konsumen.

Ketua KKN-PPM ke-39 Kelompok 5, Febryo Sanjaya, mengatakan program branding dipilih setelah mahasiswa melihat sejumlah UMKM di Desa Meunasah Rayeuk memiliki potensi untuk berkembang, namun belum sepenuhnya didukung identitas usaha yang kuat.

Menurutnya, penggunaan banner dan label merupakan langkah sederhana yang dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk sekaligus membangun identitas yang lebih mudah dikenali.

“Melalui program ini, kami ingin membantu UMKM memiliki identitas usaha yang lebih jelas. Meskipun sederhana, banner dan label dapat menjadi bagian penting dalam memperkenalkan usaha kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain menghasilkan produk branding, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar