
UNIMALNEWS | Reuleut — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) mengajak anak-anak mengenal berbagai profesi, cita-cita, serta nilai-nilai akhlak mulia melalui Program “Meugoe Karir, Akhlak, dan Sihat Mental!” di TK Tunas Harapan Gampong Reuleut Timu, Aceh Utara, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan life skill dan kesiapan karir sejak usia dini, sekaligus menanamkan karakter positif serta kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental kepada generasi Z dan Alpha.
Program pengabdian ini melibatkan tiga dosen Program Studi Psikologi Unimal, yakni Dwi Iramadhani M.Psi Psikolog, Widi Astuti M.Psi Psikolog, dan Zurratul Muna M.Psi Psikolog, bersama 9 mahasiswa yang tergabung dalam tim pengabdian, yakni Fida Rafalina, Ghina Alfi Humaira, Naiza Ferona, Nurussulha, Rifqa Asyura, Raudhatur Rahmadania, Aisyah Putri Al Qonita Lubis, dan Nisrina Raihanah.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal sejumlah profesi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti dokter, guru, polisi, dan petani. Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan beragam kelompok profesi, mulai dari pekerjaan tradisional, profesi kreatif, bidang sains dan teknologi, hingga profesi yang diperkirakan berkembang pada masa depan.
Materi disampaikan secara edukatif dan interaktif oleh mahasiswa Psikologi, Naiza Ferona dengan menyesuaikan bahasa serta karakteristik anak usia dini. Anak-anak didorong untuk mengenali hal-hal yang mereka sukai, berani menyampaikan cita-cita, dan memahami bahwa setiap profesi memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat.
Pengenalan profesi sejak dini dinilai dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan kepercayaan diri, serta membantu anak mengenali minat dan potensi yang dimilikinya.
Tidak hanya berbicara tentang profesi dan cita-cita, kegiatan tersebut juga mengintegrasikan pendidikan karakter melalui materi “Sifat Wajib Rasul: Akhlak Mulia dalam Berprofesi.”
Empat sifat wajib Rasul diperkenalkan kepada anak-anak dengan cara sederhana dan dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari. Keempatnya yakni Fatanah, Siddiq, Tabligh, dan Amanah.
Fatanah diperkenalkan sebagai sikap cerdas dan kompeten yang dapat diwujudkan melalui semangat belajar serta keberanian mencoba hal-hal baru. Siddiq ditanamkan melalui kebiasaan berkata jujur, termasuk ketika melakukan kesalahan.
Sementara Tabligh dikenalkan melalui keberanian bercerita dan menyampaikan pendapat. Adapun Amanah diterapkan melalui kebiasaan menjaga barang yang dipinjam dan mengembalikannya kepada pemilik.
Dengan pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak bermimpi tentang pekerjaan yang ingin mereka tekuni ketika dewasa, tetapi juga memahami bahwa cita-cita membutuhkan proses belajar, keterampilan, karakter yang baik, serta sikap bertanggung jawab.
“Semoga ilmu ini dapat bermanfaat dan berdampak nyata,” kata Naiza Ferona.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan mendapat antusiasme dari para peserta. Anak-anak terlihat aktif mengikuti materi dan terlibat dalam proses pengenalan profesi serta nilai-nilai karakter yang disampaikan.[]