Fakultas Kedokteran Unimal Bentuk Kelompok Siaga Bencana di Reuleut Timur

SHARE:  

Humas Unimal
Fakultas Kedokteran Unimal Bentuk Kelompok Siaga Bencana di Reuleut Timur

UNIMALNEWS | Reuleut — Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (Unimal) mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir melalui pembentukan dan penguatan Kelompok Siaga Bencana di Gampong Reuleut Timur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut digelar Jumat (4/9/2026), dengan mengusung tema “Pembentukan dan Penguatan Kelompok Siaga Bencana untuk Meningkatkan Ketahanan Masyarakat terhadap Bencana Banjir di Desa Reuleut Timur, Aceh Utara.”

Kegiatan yang diketuai Wheny Utariningsih M.Si.(Han), itu dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali risiko, mempersiapkan diri, serta mengambil langkah yang tepat ketika bencana banjir terjadi.

Pelaksanaan PKM melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unimal. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana berbasis gampong.

Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapatkan pelatihan mengenai kesiapsiagaan bencana, termasuk pemahaman terhadap risiko banjir dan langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, maupun setelah bencana. Peserta juga memperoleh edukasi mengenai berbagai persoalan kesehatan yang berpotensi muncul pascabanjir.

Materi kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai penyakit yang dapat muncul setelah banjir, terutama akibat buruknya sanitasi, kondisi lingkungan yang tercemar, serta terbatasnya akses terhadap air bersih.

Ketua tim PKM, Wheny Utariningsih, mengatakan kesiapsiagaan bencana perlu dibangun dari tingkat masyarakat karena warga merupakan kelompok yang berada paling dekat dengan risiko ketika bencana terjadi.

Menurut dia, pembentukan Kelompok Siaga Bencana tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan secara teori, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu berkoordinasi dan mengambil peran dalam penanggulangan bencana.

“Melalui pembentukan Kelompok Siaga Bencana, masyarakat diharapkan memiliki wadah untuk meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan koordinasi dalam menghadapi bencana banjir,” katanya.

Kelompok yang telah dibentuk tersebut diharapkan dapat menjadi motor penggerak kesiapsiagaan di tingkat gampong. Dengan pendekatan berbasis masyarakat, warga tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pihak yang terlibat aktif dalam mengenali risiko dan menentukan langkah penanganan bencana di lingkungan mereka.

Kegiatan itu mendapat dukungan dan antusiasme masyarakat Gampong Reuleut Timur. Sebanyak 40 peserta yang terdiri atas anggota Kelompok Siaga Bencana dan masyarakat setempat mengikuti rangkaian kegiatan.

"Kami berharap keberadaan Kelompok Siaga Bencana dapat terus dikembangkan sehingga mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan mendukung terwujudnya Gampong Reuleut Timur yang lebih tangguh serta mandiri dalam menghadapi ancaman banjir,' ungkapnya.

Selain memperkuat kapasitas masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Fakultas Kedokteran Unimal dalam pengembangan bidang kedokteran kebencanaan. Pendekatan yang diterapkan mengintegrasikan aspek manajemen bencana, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Program pengabdian tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh yang mendapat dukungan pendanaan PNBP Universitas Malikussaleh Tahun 2026.[]


Berita Lainnya

Kirim Komentar