
UNIMALNEWS | Bukit Indah – Dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh, Ade Muana Husniati, memberikan materi public speaking dan pageant etiquette kepada calon Duta Humas Unimal 2026 di Aula Cut Meutia, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan UPT Bahasa, Kehumasan dan Penerbitan (BKP) Unimal tersebut diikuti 17 calon Duta Humas.
Materi diberikan sebagai bagian dari rangkaian pembekalan peserta sebelum mengikuti tahapan Pemilihan Duta Humas Unimal 2026.
Dalam pemaparannya, Ade Muana menekankan pentingnya kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal bagi seorang Duta Humas.
Menurutnya, seorang duta tidak hanya dituntut mampu berbicara dengan baik, tetapi juga harus mampu membangun koneksi dan menunjukkan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan publik.
“Bicaralah dengan penuh percaya diri dan bangunlah koneksi yang bermakna. Saat Anda berbicara, Anda tidak hanya menampilkan diri sendiri, tetapi juga mewakili institusi Anda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Duta Humas merupakan salah satu representasi komunikasi institusi. Karena itu, publik tidak hanya memperhatikan informasi yang disampaikan, tetapi juga cara seorang duta berkomunikasi.
“Maka sangat penting seorang Duta Humas harus percaya diri, menyampaikan informasi yang dapat dipercaya, mampu menjawab pertanyaan yang diberikan audiens, memahami institusinya, dan mampu membangun hubungan dengan orang lain,” jelasnya.
Menurut Ade Muana, kemampuan public speaking bagi Duta Humas dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi institusi kepada publik, membangun hubungan dengan publik, mempresentasikan program institusi, mempromosikan kampus, serta mempersuasi dan menginspirasi masyarakat.
“Maka jadilah sosok yang dapat memotivasi orang lain. Perlu mempersiapkan diri, bagaimana Anda terlihat, bagaimana suara Anda terdengar, bagaimana tubuh Anda bergerak dan bagaimana Anda memperlakukan audiens,” sebutnya.
Ia juga mengingatkan peserta mengenai pentingnya membangun kesan pertama dan menjaga kredibilitas dalam menjalankan peran sebagai Duta Humas.
“Hal yang perlu diingat, kesan pertama membuka pintu; kredibilitas menjaganya tetap terbuka,” tambahnya.
Selain public speaking, Ade Muana membahas pageant etiquette yang berkaitan dengan tata krama, perilaku dan standar profesional seorang duta ketika berinteraksi dengan orang lain.
Ia menekankan bahwa seorang Duta Humas harus mampu tampil anggun dalam penampilan sekaligus unggul dalam komunikasi. Sebab, duta tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga merepresentasikan citra dan nilai-nilai institusi.
“Seorang Duta Humas tidak hanya mewakili dirinya sendiri, tetapi juga mewakili citra dan nilai-nilai institusi. Maka sangat penting menjaga etika, etiket dan profesionalisme,” sebutnya.
“Pageant etiquette adalah seperangkat tata krama, perilaku dan standar profesional yang perlu dimiliki seorang ketika berinteraksi,” ujar Ade.
Ia menambahkan, pageant etiquette penting bagi Duta Humas karena mereka merupakan representasi visual dan komunikatif Unimal. Setiap perilaku yang ditampilkan dapat memengaruhi citra pribadi sekaligus persepsi publik terhadap institusi.
“Satu perilaku yang tidak tepat dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap bukan hanya individu, tetapi juga organisasi yang diwakilinya,” pungkasnya. [fzl]