Usung Kidora, Mahasiswa Unimal Raih Gold Award i-IEC 2026 di Malaysia

SHARE:  

Humas Unimal
Tim Universitas Malikussaleh berhasil meraih Gold Award i-IEC 2026 di Malaysia. Foto: Ist

UNIMALNEWS | Pahang – Inovasi untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat bagi anak mengantarkan mahasiswa Universitas Malikussaleh meraih Gold Award dalam ajang i-IEC 2026. Melalui aplikasi Kidora, tim mahasiswa Unimal menawarkan solusi yang memadukan pengelolaan screen time, edukasi etika komunikasi digital, pencegahan cyberbullying, serta keterlibatan orang tua dalam mendampingi aktivitas digital anak.

Tim Universitas Malikussaleh tersebut terdiri dari Lisni Harahap (230180104), Hana Marmella (240180093), Fitri Anisah (230180092), dan Naufal Abdulillah (230180108). Mereka dibimbing oleh Prof Arnawan Hasibuan PhD

Berdasarkan pengumuman pada 10 September 2026, tim Unimal berhasil memperoleh Gold Award dan melanjutkan langkah ke tahap final. Final i-IEC 2026 kemudian dilaksanakan pada 20 Oktober 2026 di Pahang, Malaysia, dengan agenda presentasi dan penjurian secara langsung.

Dalam kompetisi tersebut, tim Unimal mempresentasikan Kidora, aplikasi pendamping digital wellbeing yang dikembangkan untuk membantu anak menggunakan smartphone secara lebih sehat, sopan, dan bertanggung jawab.

Kidora tidak hanya berorientasi pada pembatasan penggunaan perangkat digital. Aplikasi tersebut dirancang untuk memberikan pendekatan yang lebih komprehensif terhadap kebiasaan digital anak melalui tiga aspek utama, yakni pengelolaan screen time, edukasi mengenai etika komunikasi di ruang digital untuk mengurangi risiko cyberbullying, serta pemantauan kebiasaan digital dengan melibatkan orang tua.

Kidora hadir dengan gagasan bahwa teknologi tidak seharusnya hanya membatasi anak, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mendidik, mendampingi, dan membangun kesadaran dalam menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab.

Lisni, salah seorang anggota tim menjelaskan bahwa pengembangan Kidora berangkat dari kepedulian terhadap kebiasaan penggunaan smartphone di kalangan anak.“Kami ingin Kidora tidak sekadar menjadi aplikasi untuk mengatur waktu penggunaan smartphone, tetapi juga menjadi pendamping bagi anak dalam membangun kebiasaan digital yang sehat,” ujarnya.

Dosen pembimbing, Prof Arnawan Hasibuan PhD, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan potensi mahasiswa Unimal dalam menghasilkan inovasi yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat. "Kompetisi internasional seperti ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan komunikasi, kerja tim, dan kepercayaan diri dalam memperkenalkan inovasi mereka,” terang Arnawan

Melalui kompetisi internasional, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menguji kualitas gagasan, memperluas wawasan, membangun jejaring, serta melihat perkembangan inovasi yang dihasilkan peserta dari berbagai institusi. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Malikussaleh lainnya untuk terus menghasilkan karya inovatif, mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun internasional, serta menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.[ryn]


Berita Lainnya

Kirim Komentar