UNIMALNEWS | Lhokseumawe - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh (FEB Unimal) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Stock Exchange versus Cryptocurrentcy” di Ruang Kuliah Umum pada hari Jumat, (29/11).
FGD ini dihadiri oleh Wakil Kepala Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe Achmad Jainuri, Kepala Pengawasan Sistem Pembayaran dan Keuangan Inklusif Durma Jaya, Thasrif Murhadi selaku kepala kantor BEI kantor perwakilan Aceh, Fauzaturrahman perwakilan dari Phintraco Sekuritas, Heri Hermawan selaku Kepala Bank BCA Lhokseumawe, serta dosen dan mahasiswa di lingkungan FEB Unimal.
Dekan FEB Unimal, Dr Hendra Raza dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran kepada seluruh narasumber, undangan dan seluruh peserta diskusi ini. Budaya diskusi harus terus dihidupkan dalam suasana akademik sehingga kita bisa mendapatkan berbagai perspektif terhadap suatu hal.
Dalam FGD tersebut para narasumber secara bergantian memaparkan tentang pandangan mereka terhadap cryptocurrentcy ini.
FGD ini menghasilkan kesimpulan bahwa Cryptocurrentcy ditolak menjadi alat pembayaran. Setidaknya ada tiga hal yang melandaskan hasil diskusi tersebut yaitu karena transaksi Cryptocurrentcy mempunyai spekulasi yang tinggi, risiko tidak terukur dan regulasi yang belum ada. [ryn]