Patungan, Mahasiswa KKN Inisiasi Stand Takjil "Bayar Seikhlasnya"

SHARE:  

Humas Unimal
Stan “Takjil Amal Bayar Seikhlasnya” uang diinisiasi oleh Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh di Desa Sidodadi Batu 8, Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang. Foto; Ist

UNIMALNEWS | Lubuk Pakam - Pandangan mata para pengendara dan pejalan kaki teralihkan saat melintas di depan posko relawan Covid-19 Desa Sidodadi Batu 8, Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang. Sebuah stan dengan tulisan dan warna mencolok membuat mereka meliriknya. Kalimat dengan font besar itu berbunyi “Takjil Amal Bayar Seikhlasnya”.

Stan itu berisi deretan takjil seperti kolak, kue dan berbagai minuman manis untuk berbuka puasa. Semua yang ada di Stand tersebut disediakan gratis atau bayar seikhlasnya.

Namanya Stand “Takjil Amal Bayar Seikhlasnya”. Mulai dipajang sejak Sabtu (2/5/2020) hingga saat ini. Sarana takjil Amal ini digagas oleh mahasiswa Universitas Malikussaleh yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidodadi batu 8. Mahasiswa yang tergabung ke dalam kelompok 31 ini beranggotakan tiga orang, yaitu Shella Vanesa dan Shintia Clarita (Teknik Kimia) serta Octia Muliarti Hasanah (Pendidikan Matematika).

Menurut Shella, Stan “Takjil Amal Bayar Seikhlasnya” merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Universitas Malikussaleh dan tim relawan yang berada di posko Covid-19 terhadap pandemi yang berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. “Banyak sekali dampak yang dirasakan masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi ini,” ucap Shella.

Merasa tidak mampu membantu banyak hal yang besar, mahasiswi KKN 2020 ini merasa terpanggil untuk stan takjil amal yang dibayar seikhlasnya,  dengan harapan masyarakat mampu membeli meskipun penghasilan seadanya sehingga masyarakat mempunyai menu berbuka yang layak saat Ramadan. Dana yang diperoleh dari hasil membuka stan takjil amal bayar seikhlasnya akan didonasikan lagi untuk keperluan yang lainnya.

“Ide itu muncul spontan, stan dibuat secara patungan.  Banyak masyarakat yang menyumbang takjil untuk diletakkan di stan ini, meskipun pada hari pertama, stan belum selesai pembuatannya," terang Shella.

Sebelumnya kelompok 31 ini juga telah membagikan mainan kepada anak-anak kurang mampu yang ada di desa tersebut. Mainan tersebut dibeli dari hasil donasi yang berhasil dikumpulkan dari warga yang memiliki kelebihan rezeki. Pembagian mainan ini bertujuan untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar rumah, sehingga dapat memutuskan rantai penyebaran Covid,” kata Shella.

Sementara itu di tempat terpisah, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 31 KKN Universitas Malikussaleh Deassy Siska MSc menyambut baik ide kreatif mahasiswa KKN ini apalagi dengan adanya kolaborasi bersama tim relawan Covid-19 di desa tersebut. Deassy juga berpesan agar mahasiswa tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi pada saat melakukan kegiatan KKN.[ryn]


Berita Lainnya

Kirim Komentar